Pengertian Haji Mabrur dan Tanda-Tandanya, Perlu Diketahui
Merdeka.com - Haji merupakan salah satu ibadah yang baik dilakukan oleh seluruh umat Muslim. Dalam hal ini, haji tidak memiliki hukum yang wajib, namun dianjurkan bagi umat Muslim yang mampu secara fisik dan finansial untuk menunaikan ibadah agung ini.
Berbeda dengan umroh yang dapat dilaksanakan kapan saja, pelaksanaan haji hanya pada waktu tertentu, yaitu pada bulan-bulan haji, dimulai dari bulan Syawal hingga sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ibadah haji harus dilaksanakan dengan niat tulus dan ikhlas, memenuhi panggilan Allah untuk menyempurnakan rukun Islam.
Dengan niat yang ikhlas, InsyaAllah ibadah haji yang dilaksanakan dapat diterima oleh Allah, dan orang yang menunaikan ibadah haji bisa mendapatkan kebaikan. Dalam hal ini, masyarakat sering mendoakan orang yang pergi haji agar menjadi haji yang mabrur. Namun, sebenarnya apa yang dimaksud dengan haji mabrur.
Terdapat beragam pendapat ulama yang menjelaskan tentang arti dari istilah haji mabrur. Ada yang menyebutkan bahwa haji mabrur adalah haji yang diterima, ada pula yang menyebutkan haji yang bebas dari riya. Dengan begitu, penting bagi umat Muslim untuk memahami pengertian haji mabrur serta berbagai tanda-tanda yang menunjukkannya.
Mengutip dari NU Online, berikut kami rangkum pengertian haji mabrur, tanda-tandanya, serta berbagai janji Allah, bisa Anda simak.
Pengertian Haji Mabrur dan Tandanya
Seperti yang disebutkan sebelumnya, terdapat banyak penafsiran ulama tentang pengertian haji mabrur. Pertama haji mabrur adalah haji yang tidak tercampur dengan perbuatan maksiat. Di mana kata mabrur berasal dari kata al-birr yang berarti ketaatan. Dengan kata lain, haji yang mabrur adalah haji yang dijalankan dengan penuh ketaatan sehingga tidak tercampur dosa.
Kedua, pengertian haji mabrur adalah haji yang makbul atau haji yang diterima dan dibalas dengan al birr, yaitu pahala. Seorang haji yang mabrur berarti orang yang kembali menjadi pribadi lebih baik dan tidak lagi mengulangi perbuatan maksiat.
Ketiga, pengertian haji mabrur adalah ibadah yang tidak terdapat perasaan riya di dalamnya. Pendapat terakhir, menyebutkan bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak diiringi oleh kemaksiatan. Dari beberapa penjelasan di atas, meskipun berbeda-beda namun dapat dipahami bahwa haji yang mabrur adalah haji yang dijalankan dengan ikhlas tanpa riya, dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh ketaatan kepada Allah.
Lalu muncul pertanyaan, bagaimana tanda-tanda dari seorang haji yang mabrur. Mengacu pada beberapa penjelasan di atas, seorang yang termasuk haji mabrur adalah orang yang setelah melakukan ibadah haji menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, berkurang bahkan tidak ingin lagi mengulangi perbuatan maksiat yang menimbulkan dosa. Orang yang merasakan tanda-tanda ini, menjadi kelompok yang beruntung, karena termasuk golongan yang insyaAllah ibadah hajinya diterima oleh Allah.
Janji Allah pada Haji Mabrur
Setelah mengetahui pengertian haji mabrur dan tanda-tandanya, terakhir terdapat beberapa janji yang Allah berikan pada orang yang mendapatkan haji mabrur. Seperti yang dijelaskan dalam hadist riwayat An-Nasa’i, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.”
Bukan hanya itu, Allah memberikan beberapa janji kebaikan pada hamba-Nya yang dapat menunaikan haji dengan mabrur. Berikut beberapa janji Allah pada haji mabrur yang perlu Anda ketahui:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya