Penerapan Protokol Kesehatan di Barak Pengungsian Merapi
Merdeka.com - Usai BPPTKG mengumumkan peningkatan aktivitas Gunung Merapi sehingga berstatus Siaga (level III), jarak aman dari merapi kini menjadi 5 km. Sejumlah warga pun sudah mengungsi ke barak-barak yang disediakan. Barak pengungsi erupsi Gunung Merapi di Desa Glagaharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sudah didesain sesuai prosedur protokol kesehatan. Pada kondisi pandemi Covid-19, upaya mitigasi bencana juga perlu disiapkan dengan matang oleh pemerintah daerah maupun pihak-pihak yang terkait. Terlebih akan ada banyak orang yang berada di lokasi pengungsian.
Dilansir merdeka.com dari covid19.go.id, hal ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito."Karena harus disesuaikan dengan bencana non alam yaitu pandemi Covid-19. Kontigensi plan dan mitigasi risiko harus disiapkan dengan matang untuk meminimalisir kerugian bahkan korban jiwa pada sektor terdampak termasuk memastikan lokasi pengungsian, yang akan digunakan untuk dapat meminimalisir penularan Covid-19," ungkapnya.
Satgas Penanganan COVID-19 meminta pemerintah daerah, khususnya yang wilayahnya rawan bencana, segera menyiapkan segala peralatan dan fasilitas sesuai protokol kesehatan. Bagi masyarakat tetap patuhi 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama di lokasi pengungsian.
Protokol Kesehatan di Barak Pengungsian Merapi

©2020 Liputan6.com/Johan Tallo
Sementara itu, Koordinator Bidang Operasi Tim Reaksi Cepar 9 TCR) BPBD DIY, Endro Sembodo mengatakan untuk mengatur jarak fisik sesuai protokol kesehatan. Antar pengungsi sudah dipisahkan dengan bilik-bilik bersekat ukuran 2x3x2 sesuai dengan Kepala Keluarga (KK).
"Satu bilik diisi satu KK yang rata-rata terdiri atas empat orang. Barak itu sudah cukup lapang sehingga privasinya tetap terjaga," kata Endro, seperti dikutip dari Antara pada Sabtu (21/11).
Saat ini, barak pengungsian sudah diisi oleh 146 kelompok rentan yang merupakan warga Dusun Kalitengah Lor, Cangkringan, Sleman."Sebelumnya 129 orang, namun sudah bertambah menjadi 146. Seluruhnya merupakan kelompok rentan," ujarnya.
Pengungsi telah memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak. Penerapan protokol kesehatan ini terus dipantau sebagai upaya mencegah penularan Covid-19. Jika ada kasus positif, maka semua informasi dan data juga telah dikumpulkan.
"Kamu juga mengatur prosedur jika ada temuan kasus Covid-19 di pengungsian termasuk data dan informasi," imbuhnya.
Para relawan yang bertugas di posko juga diminta untuk mengikuti rapid test sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan barak pengungsian.
Reporter: Dwiyana Pangesthi
(mdk/snw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya