Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemprov Jateng Berikan Subsidi Harga Pangan Pokok Strategis, Begini Bentuknya

Pemprov Jateng Berikan Subsidi Harga Pangan Pokok Strategis, Begini Bentuknya Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Pos Pengumben. ©2022 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Harga kebutuhan pokok akhir-akhir ini cenderung mengalami kenaikan. Hal ini disadari betul oleh Pemprov Jateng. Tak ingin rakyat semakin tercekik, Pemprov Jateng memberikan subsidi untuk harga pangan pokok strategis dengan memfasilitasi distribusi sebagai bentuk intervensi untuk menstabilkan harga di pasaran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Pemprov Jateng, Dyah Lukisari mengatakan, fasilitas distribusi sebagai bentuk subsidi itu berwujud menyediakan fasilitas terkait proses transportasi, bongkar muat, dan packing.

Fasilitas subsidi harga ini dilakukan untuk delapan pangan pokok strategis di antaranya cabai, bawang, beras, telur, gula, minyak, sayur, jagung, serta daging sapi. Total fasilitasi distribusi itu telah dilakukan dan mencapai 1.308.596 kg.

Berikut selengkapnya:

Kota Tujuan

harga kebutuhan pokok merangkak naik

©Liputan6.com/Johan Tallo

Dyah menerangkan, delapan komoditas strategis itu selanjutnya disalurkan ke beberapa kota yang mengalami kenaikan harga tinggi di antaranya Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Temanggung, dan peternak ayam di Kendal.

Menurutnya, dengan cara kerja seperti ini petani tidak lagi dirugikan karena pembeliannya sudah sesuai dengan harga di pasaran. Dengan begitu konsumen tidak lagi dicekik harga terlalu mahal karena biaya distribusinya telah dipangkas.

Dalam program subsidi ini, Dishanpan menggandeng kerja sama dengan PD Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) selaku BUMD untuk menyalurkan produk pangan strategis itu ke konsumen melalui fasilitas distribusi agar bisa memotong rantai distribusi.

“Ini akan terus kami lakukan. Sumber anggaran kami selain dari APBD juga ada yang berasal dari pusat, dalam hal ini Badan Pangan Nasional. Karena kadang kita mengambil harga pangan pokok strategis dari luar provinsi,” kata Dyah dikutip dari ANTARA pada Kamis (21/7).

Lakukan Operasi Pasar

pedagang kebutuhan pokok di pasar pos pengumben

©2022 Liputan6.com/Johan Tallo

Selain itu, Dishanpan Jateng juga melakukan operasi pasar. Terakhir kalinya operasi pasar itu dilakukan bekerja sama dengan Bank Jateng dan PD CMJT. Pada operasi itu total ada 85.000 kilogram komoditas seperti cabai, bawang merah, dan jagung yang intervensi pembeliannya dilakukan oleh Pemprov Jateng.

“Subsidi yang bekerja sama dengan Bank Jateng dan CMJT dilakukan pada lima titik yang menjadi pantauan barometer inflasi yaitu di Kota Semarang, Cilacap, Banyumas, Kota Tegal, dan Kota Surakarta. Ini dilakukan untuk stabilisasi pasokan supaya harga bisa turun. Karena sekarang harganya sudah melebihi acuan pemerintah,” kata Dyah.

Berdasarkan data dari Dishanpan Jateng sendiri, ketersediaan pangan pokok strategis di Jateng sendiri masih melimpah. Sebagai contoh, beras ketersediannya mencapai 6.395.305 ton sedang kebutuhannya 4.556.070 ton, kemudian bawang merah tersedia 282.116 ton sementara kebutuhannya ada 178.962 ton. Begitu pula dengan ketersediaan cabai besar yang mencapai 185.343 ton dan cabai rawit 207.120 ton.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP