Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembinaan di Lapas Sukamiskin, Para Tahanan Koruptor Diajak Bertani

Pembinaan di Lapas Sukamiskin, Para Tahanan Koruptor Diajak Bertani Bertani di Lapas Sukamiskin. ©Instagram/@lapas1sukamiskin

Merdeka.com - Hari-hari di penjara adalah hari-hari yang terkadang membosankan. Terkadang, perasaan-perasaan negatif seperti rasa gundah, bosan, atau rasa rindu yang berlebihan bisa timbul saat para narapidana mendekam dalam sel tahanan penjara. Oleh karena itu perlu berbagai kegiatan untuk menghilangkan kejenuhan itu.

Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sukamiskin punya cara unik dalam menghilangkan rasa bosan para narapidana. Pada Kamis (28/1), Lapas Sukamiskin menggelar kegiatan bertajuk panen raya padi perdana yang langsung dihadiri oleh Kepala Lapas serta beberapa warga binaan.

Dalam keterangan dari akun Instagram @lapas1sukamiskin, dijelaskan bahwa kegiatan itu merupakan kegiatan unggulan yang bertujuan untuk mempersiapkan para Warga Binaan agar dapat hidup mandiri setelah menjalani masa pembinaan. Dalam foto yang diunggah, tampak beberapa terpidana korupsi alias koruptor ikut berpartisipasi dalam kegiatan panen raya itu.

Siapa saja mereka? Berikut selengkapnya:

Para Koruptor Ikut Bertani

bertani di lapas sukamiskin

©Instagram/@lapas1sukamiskin

Dalam foto itu, diperlihatkan beberapa tahanan koruptor ikut bertani di antaranya terpidana kasus e-KTP Setya Novanto yang mengenakan kemeja putih tengah memanen padi. Selain itu kegiatan tersebut dihadiri pula oleh narapidana koruptor lain seperti mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada, mantan Kakorlantas Polri Djoko Susilo, dan mantan Menteri Pariwisata Jero Wacik.

Dalam foto itu memperlihatkan mereka sibuk memanen padi yang ditanam di lapas itu. Mereka masing-masing bergaya di depan kamera.

Mengurangi Stress

bertani di lapas sukamiskin

©Instagram/@lapas1sukamiskin

Kepala Lapas Sukamiskin, Asep Sutandar mengatakan, kegiatan itu dilakukan agar para warga binaan bisa menjadi lebih mandiri setelah keluar dari tahanan. Kegiatan itu pula diharapkan bisa mengurangi stress dan mengalihkan mereka dari kegiatan yang dianggap kontroversial, seperti menginginkan fasilitas lebih di luar aturan yang berlaku.

Dengan adanya kegiatan ini, Asep berharap lapas tak hanya melulu fokus pada hukuman, melainkan para tahanan juga harus menjalankan konsep pembinaan.

“Kegiatan ini akan dikembangkan lebih kompleks lagi sehingga bisa menjadi percontohan lapas-lapas lain yang ada di Indonesia,” kata Asep dikutip dari Liputan6.com pada Minggu (31/1).

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP