Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menguak Keberadaan Sesar Mataram, Potensi Pusat Gempa Baru di Jogja

Menguak Keberadaan Sesar Mataram, Potensi Pusat Gempa Baru di Jogja Gambar Sesar Mengelilingi Indonesia. Dokumen BMKG

Merdeka.com - Baru-baru ini, Profesor Riset dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Danny Hilman Natawidjaja, menemukan sebuah sesar aktif yang membujur di tengah-tengah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sesar aktif itu kemudian diberi nama Sesar Mataram.

Temuan ini langsung ditanggapi serius oleh BPBD DIY. Pusdalops BPBD DIY, Lilik Andi Aryanto mengaku langsung berkoordinasi dengan Stasiun Geofisika Kelas I Sleman terkait temuan baru yang mengejutkan itu.

“Kami secara resmi memang menunggu instansi yang kompeten dalam hal ini BMKG. Kemudian dari segi peningkatan kapasitas masyarakat kami selalu menyampaikan kalau di Yogyakarta itu potensi ancaman bencana di antaranya gempa bumi dan longsor,” kata Lilik, dikutip dari ANTARA pada Selasa (21/2).

Lalu di manakah letak sesar baru ini? Seberapa besar ancamannya bagi warga Jogja dan sekitarnya? Berikut selengkapnya:

Melewati Tengah-Tengah Kota Jogja

002 debby restu utomo

©2017 merdeka.com/purnomo edi

Berdasarkan penelitiannya, Danny menjelaskan bahwa Sesar Mataram membentang dari timur ke barat dan baru terpetakan pada 2021. Ia mengatakan, sebelah timur Sesar Mataram lebih dulu teridentifikasi dan dikenal dengan nama Sesar Dengkeng.

“Baru diketahui ternyata Sesar Dengkeng ini masih menerus ke arah barat melewati tengah-tengah Kota Yogyakarta,” kata Danny pada November 2022 lalu.

Meski belum ada studi yang lebih rinci, Sesar Mataram terlihat berasosiasi dengan “offset stream” berdasarkan survei geolistrik dan pemetaan berdasarkan morfologi.

Belum Ada Aktivitas Kegempaan

ilustrasi gempa bumi

©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Sementara itu Staf Stasiun Geofisika Kelas I Sleman, Ayu K. Ekarsti menjelaskan BMKG Yogyakarta belum pernah menemukan adanya aktivitas kegempaan di lokasi sesar yang keberadaannya diklaim oleh peneliti BRIN. Padahal menurutnya, keberadaan sesar aktif dapat diidentifikasi saat sesar itu pernah terjadi gempa bumi.

“Kalau dari kacamata BMKG, kami belum menemukan adanya kegempaan di lokasi tersebut. Mungkin nanti dapat menggunakan pendekatan lain atau dengan kacamata geodesi atau pengukuran geofisika bisa lebih memperkuat apakah hasil temuan itu benar atau tidak,” kata Ayu.

Potensi Pusat Gempa Baru di Jogja

ilustrasi gempa bumi

©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Menurut Lilik, hasil penelitian dari BRIN itu masih butuh pendalaman dari BMKG. Menurutnya, hasil kajian dari BMKG ini akan menjadi dasar bagi BPBD DIY untuk menyusun peta risiko bencana gempa bumi yang baru.

“Akan kami buat di mana saja titik rawan bencana gempa itu. Jadi nanti akan muncul peta risiko kalau memang ada ancaman di situ,” kata Lilik.

Menurutnya, terlepas dari ada atau tidaknya sesar baru tersebut, BPBD DIY terus mengedukasi masyarakat agar mampu melakukan mitigasi bencana secara mandiri, termasuk longsor dan gempa bumi. Selain itu, pihaknya juga sedang menggencarkan pembentukan desa tangguh bencana (Destana), kalurahan tangguh bencana (Kaltana), dan satuan pendidikan aman bencana (SPAB) di seluruh DIY.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP