Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengintip Keseruan Konser Jazz Syuhada, Tanamkan Nilai Pancasila Lewat Musik

Mengintip Keseruan Konser Jazz Syuhada, Tanamkan Nilai Pancasila Lewat Musik Konser Jazz Syuhada. ©YouTube/Jazz Syuhada

Merdeka.com - Pancasila merupakan sebuah ideologi yang menjadi dasar negara rakyat Indonesia. Namun tak semua orang memaknai hal-hal yang terkandung di dalam Pancasila, terutama generasi milenial atau generasi Z.

Pertimbangan itulah yang membuat Prof. Yudian Wahyudi selaku Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) hadir di sebuah acara konser musik jazz bertajuk Jazz Syuhada di Kotabaru, Kota Yogyakarta.

Tak hanya sekedar hadir, Yudian, bersama temannya sesama mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Amin Abdullah, ikut berpartisipasi dalam acara itu. Mereka berdua memanfaatkan momen tersebut untuk menanamkan nilai-nilai pancasila, khususnya pada generasi muda.

Lalu seperti apa keseruan Konser Jazz Syuhada? Berikut selengkapnya:

Segitiga Toleransi

konser jazz syuhada

©YouTube/Jazz Syuhada

Tidak hanya soal musik jazz, BPIP ternyata memberikan perhatian khusus pada sejarah, latar belakang, serta proses penyelenggaraan konser Jazz Syuhada 2022. Dari segi lokasi, posisi panggung konser itu berada di tengah-tengah antara Masjid Syuhada yang berusia 70 tahun, Gereja HKBP yang berusia 76 tahun, serta Gereja Santo Antonius Kotabaru yang berusia 96 tahun.

Selain jaraknya yang berdekatan, jemaah dari masing-masing tempat ibadah sering meminjamkan tempat parkir masing-masing. Penyelenggaraan konser itu juga unik karena digagas para remaja Masjid Syuhada berkolaborasi dengan pengurus Gereja Santo Antonius Kotabaru dan Gereja HKBP.

Bukan Hal Mudah

konser jazz syuhada

©YouTube/Jazz Syuhada

Di hadapan para penikmat jazz serta para tokoh lintas iman, Amin Abdullah mempertegas bahwa beragam suku, agama, ras, dan golongan yang tumbuh subur di Indonesia merupakan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. Namun baginya, merawat berkah itu bukan merupakan hal yang mudah.

Dalam hal ini, ia mengambil nilai dari Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 13 yang menyebutkan bahwa Allah SWT menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.

Untuk merawat perbedaan dengan saling mengenal itu, toleransi sebagai pengejawantahan sila ketiga Pancasila mutlak dilakukan.

Arti Sebuah Toleransi

konser jazz syuhada

©YouTube/Jazz Syuhada

Dalam sebuah kesempatan belum lama ini, Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan bahwa toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan baik itu individu maupun kelompok tanpa saling menghakimi meski tetap berpegang pada prinsip atau akidah masing-masing.

Bagi Sultan, perbedaan itu adalah Sunatullah, artinya kalau perbedaan menjadi sebuah pertentangan maka itu sama saja dengan menentang kehendak-Nya.

Sultan sendiri prihatin bahwa dewasa ini, banyak tokoh agama yang sekedar membicarakan heroisme sendiri-sendiri, tetapi ayat-ayat tentang menghargai orang lain, etnik lain, dan agama lain tidak pernah disampaikan dengan baik.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP