Mahasiswa UNS Meninggal Saat Diklatsar Menwa, Ini Tanggapan Mendagri
Merdeka.com - Kasus mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang meninggal saat Pendidikan dan Latihan Dasar Resimen Mahasiswa (Diklatsar Menwa) masih bergulir hingga kini.
Hingga kini, kasus ini belum terungkap sepenuhnya. Berbagai reaksi datang dari banyak pihak. Salah satu komentar tentang peristiwa ini datang dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karavian. Dia berharap kasus seperti itu tidak terulang.
Tito menuturkan, kasus tersebut perlu dicari akar penyebabnya, apakah disebabkan persoalan sistem atau kasuistis saja. Berikut pernyataan lengkapnya:
Arti Keberadaan Menwa di Kampus

©2020 liputan6.com
Tito mengatakan, kasus seperti ini harus menjadi peringatan bagi Organisasi Menwa di kampus lain agar peristiwa serupa tak terulang lagi.
Terkait dengan demo yang menuntut pembubaran Menwa, ia mengatakan hal itu perlu dipertimbangkan kembali, karena kegiatan yang diadakan Menwa juga memiliki peran positif dalam berbagai kegiatan sosial.
“Misalnya Menwa juga membantu di sejumlah aktivitas sosial. Hal-hal positif harus dipertimbangkan. Kalau ada masalah karena perkara sistematis dan masif, maka harus diperbaiki sistemnya. Panggil Menwa supaya memperbaiki sistemnya, supaya tidak terulang,” kata Tito dikutip dari ANTARA pada Senin (1/11).
Ratusan Mahasiswa UNS Tuntut Pembubaran Menwa

©2021 Merdeka.com
Sementara itu, ratusan mahasiswa UNS menuntut pembubaran Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Korps Mahasiswa Siaga Batalion 905 Jagal Abilawa Menwa UNS menyusul kasus mahasiswa yang meninggal itu. Menurut mereka, keberadaan Menwa sudah tidak lagi sejalan dengan dunia akademik saat ini.
Tak hanya itu, mereka juga meminta ketegasan dan transparansi kampus dalam mengusut kasus ini. Mereka juga meminta kampus bertanggung jawab atas perhatian tersebut.
“Kedua pihak ini (kampus dan menwa) ini punya tanggung jawab atas kematian Gilang. Kampus secara birokrasi menghadirkan izin yang ternyata kasus ini tidak hanya di tahun ini, artinya ada pembiaran dari kampus dari tahun ke tahun,” kata Presiden BEM UNS, Zakky Musthofa.
Usut hingga Tuntas

©2021 Merdeka.com
Zakky mengatakan, para mahasiswa tidak akan berhenti menuntut pengusutan kasus hingga tuntas.
Terlebih, kini muncul pengakuan dari salah satu mantan anggota Menwa UNS tahun 2013. Dalam cuitannya di media sosia, pernah terjadi kasus serupa di tahun-tahun sebelumnya, namun tidak ada yang dilaporkan.
“Kami akan merasionalkan. Kami menyayangkan kampus tidak mengondisikan menwa untuk speak up. Secara lembaga kan dibutuhkan, kecaman akan menekan mereka kalau diulur-ulur. Kita mengusut tuntas sampai ada titik terang untuk keluarga, dalam hal ini kampus juga dipertaruhkan reputasinya. Kepolisian juga kami tuntut agar transparan dan menyampaikan secara transparan,” kata Zakky.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya