Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lansia Asal Banyumas Meninggal Setelah Divaksin, Begini Kronologinya

Lansia Asal Banyumas Meninggal Setelah Divaksin, Begini Kronologinya Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2020 REUTERS

Merdeka.com - Vaksinasi COVID-19 kepada penduduk di Indonesia telah memasuki tahap kedua. Namun selama pelaksanaannya, kegiatan itu tak selalu berakhir baik.

Di Banyumas, seorang lansia meninggal dunia beberapa jam setelah menjalani vaksinasi. Keterangan itu disampaikan langsung oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein.

“Perempuan 75 tahun itu divaksin pada Hari Senin (8/3) dan pada hari itu ada 2.500 lansia yang mendapatkan vaksinasi COVID-19,” kata Achmad Husein dikutip dari ANTARA pada Selasa (9/3).

Husein mengatakan, berdasarkan laporan yang ia terima, hasil skrining menyatakan bahwa lansia itu sebenarnya dinilai layak mendapatkan vaksin. Setelah menjalani observasi selama 30 menit, dia tidak mengatakan keluhan apapun.

Lalu apa penyebab lansia itu meninggal dunia usai divaksin Covid-19? Berikut selengkapnya:

Pulang ke Rumah

achmad husein

©Instagram/@ir_achmadhusein

Husein menceritakan, perempuan itu pulang dan tiba di rumahnya pada pukul 11.30. Setelah itu, dia menjalani kegiatan rutin di antaranya minum obat dari Puskesmas karena dia tengah mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Setelah makan sore pada pukul 17.00, perempuan itu menonton televisi dan selanjutnya pergi ke belakang. Namun dia tiba-tiba jatuh terduduk di lantai dan mengeluh pegal pada badan sebelah kanan dan berkeringat. Setelah itu, lansia tersebut langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Banyumas pada pukul 18.46.

“Saat dibawa ke IGD RSUD Banyumas, dia masih dalam kondisi sadar. Bahkan saat berada di IGD masih bisa istighfar. Hanya saja kondisinya gelisah,” terang Husein.

Punya Riwayat Penyakit

ilustrasi vaksin covid 19

©2021 REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

Pasien itu akhirnya meninggal dunia pada pukul 19.15. Berdasarkan keterangan Husein, pasien tersebut memiliki riwayat penyakit diabetes melitus atau tekanan darah tinggi.

Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena masih diperiksa oleh Tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Namun menurutnya, pemberian vaksin COVID-19 kepada lansia sudah dilakukan sesuai prosedur dan atas izin pemerintah pusat berdasarkan sejumlah kajian.

“Saya belum bisa memberikan keterangan lebih. Kita tunggu laporan resmi KIPI,” kata Sadiyanto.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP