Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kronologi Lonjakan Kasus COVID-19 di Semarang, 300 Orang Berasal dari Sektor Industri

Kronologi Lonjakan Kasus COVID-19 di Semarang, 300 Orang Berasal dari Sektor Industri Tugu Muda Semarang. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Hari demi hari, jumlah kasus Virus Corona terus mengalami peningkatan. Ditemukan berbagai klaster baru di berbagai daerah, kendati pemerintah masih terus menyerukan protokol kesehatan. Penemuan klaster baru, dan pertambahan kasus signifikan, menjadi pertanda, protokol kesehatan belum berjalan maksimal.

Hal itu pula yang terjadi di Kota Semarang. Di pusat kota Jawa Tengah itu, terjadi lonjakan kasus COVID-19 cukup tinggi. Berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan Semarang, penambahan kasus tertinggi itu berasal dari klaster perusahaan, tepatnya pada sejumlah industri yang berada di perbatasan Kota Semarang.

“Jumlahnya mencapai 300 orang dari industri. Jumlah industri atau perusahaan yang saat ini bisa kita infokan ada tiga industri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam dikutip dari Liputan6.com pada Jumat (10/7).

Menurut Abdul Hakam, angka sebanyak itu berasal dari tiga perusahaan yang ada di Kota Semarang ditambah sebagian hasil penelusuran dengan dasar temuan awal. Berikut selengkapnya:

Kronologi Munculnya Klaster Tiga Industri

klaster tiga perusahaan semarang

©2020 liputan6.com

Hakam bercerita, temuan ratusan kasus positif COVID-19 berawal dari pertengahan Bulan Juni. Pada waktu itu, ada sebuah perusahaan yang memberi konfirmasi kepada Dinkes Semarang, kalau ada pegawainya yang reaktif COVID-19 berdasarkan hasil tes cepat. Tes cepat itu dilakukan atas inisiatif mandiri dari perusahaan tersebut.

Konfirmasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh Dinkes dengan menggelar tes swab massal. Dari hasil tes swab massal itulah diperoleh ada karyawan lain yang positif dan kemudian ditindaklanjuti Dinkes dengan melakukan swab test.

Berpengaruh Besar

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan klaster dari perusahaan itu menyumbang 30 persen lebih dari total pasien positif COVID-19 yang ada di Kota Semarang. Tak hanya itu, klaster dari tiga perusahaan itu pengaruhnya cukup signifikan terhadap penambahan kasus COVID-19 di kota tersebut.

“Kita sampai 972 kasus Corona. Lonjakan kasus dari pabrik dan industri itu mencapai 33 persen,” ungkap pria yang akrab dipanggil Hendi itu.

Jumlah Karyawan Sangat Banyak

Dilansir dari Liputan6.com, Hendi tidak menyebutkan secara terperinci nama tiga perusahaan itu. Dia hanya menjelaskan kalau ketiga perusahaan itu masuk dalam bidang garmen, Migas, dan BUMN.

Selain itu, dua perusahaan itu berada di kawasan Tanjung Mas, Semarang, dan satu lagi di kawasan Pedurungan. Ketiga perusahaan itu merupakan industri padat karya dan jumlah karyawannya sangat banyak.

Protokol Keamanan Diperketat

Atas temuan itu, Hendi meminta agar protokol kesehatan diperketat termasuk pada jam istirahat dan makan. Selain itu, Hendi juga menyarankan agar perusahaan itu menyediakan bilik penyemprotan agar sebelum masuk karyawan disterilisasi terlebih dahulu.

“Pabrik kan punya duit. Jadi mereka bisa siapkan chamber, pegawai masuk disemprot dulu, tempat makan juga diatur, teman patroli nanti diarahkan ke situ,” kata Hendi, Jumat (10/7).

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP