Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Komeng Pernah Jadi Sukarelawan di PMI, Begini Pengalamannya Ikut Program Ini

Komeng Pernah Jadi Sukarelawan di PMI, Begini Pengalamannya Ikut Program Ini Komeng. ©KapanLagi.com

Merdeka.com - Sosok Komeng tidak hanya dikenal sebagai komedian yang pandai menggelitik para penontonnya saja. Ia juga menjadi sosok yang peduli terhadap sesamanya.

Diketahui, beberapa waktu lalu Komeng sempat membagikan momen di mana rumah pribadinya yang dijadikan tempat terapi untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Ternyata hal itu adalah sebuah wasiat dari mendiang anaknya yang meninggal pada tahun 2016, silam.

Tak hanya itu saja, bentuk kepedulian lainnya adalah Komeng yang pernah menjadi sukarelawan PMI. Saat itu ia melakukan program penyembuhan trauma untuk para korban bencana alam.

Trauma Healing

komeng ungkap kisah di balik produksi acara spontan lakukan pengisian suara sendiri

You Tube - Vincent and Desta

Komeng membagikan pengalamannya saat ia menjadi sukarelawan Palang Merah Indonesia. Cerita itu diungkapkan dalam video yang diunggah di kanal Youtube Vindes.

Komedian yang memiliki nama lengkap Alfiansyah Bustami ini mengaku bahwa ia menjadi relawan di sebuah unit program penyembuhan trauma.

"Ya saya bisanya cuma menghibur, dari semua unit, ada unit PSP. Psychology Support Program," ungkap Komeng.

"Saya masuk ke situ, program trauma healing," tambahnya.

Korban Bencana

Komeng mengatakan bahwa ia sering ditugaskan di lokasi bencana alam untuk menghibur orang yang sedang kesusahan. Ia pun kerap menyaksikan banyak orang yang bangkit dari keterpurukan berkat program PMI tersebut.

"Ya kasih bantuan untuk unit lain kalau bencana. Kalau ada gempa, sering ada orang kesusahan di mentalnya. Saya temenin, saya ajak bercanda," kata Komeng.

"Akhirnya orangnya bangun lagi terus semangat. Tetapi tidak hanya menghibur yang kena bencana saja," imbuhnya.

Selain itu, Komeng juga bertugas dalam pemberian bantuan kepada korban bencana alam. Program yang dilakukannya itu ternyata juga bisa mengantisipasi kerusuhan saat bantuan diberikan.

"Kadang-kadang kalau awal bencana itu suka ada orang berebut bantuan. Terus saya diajak itu, saya ngoceh aja biar nggak pada berebut," ucapnya.

"Akhirnya dengan bercanda, orang-orang juga antrenya pada teratur," pungkasnya.

(mdk/dem)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP