Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenang Masa Kecil, Begini Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo yang Tak Mudah

Kenang Masa Kecil, Begini Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo yang Tak Mudah Ganjar Pranowo. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Ganjar Pranowo telah dua periode memimpin Provinsi Jawa Tengah. Namun, menjadi orang nomor satu di provinsi itu tak lantah membuat ia melupakan masa lalunya. Lahir di keluarga miskin yang banyak hutang, membuat ia dan saudara-saudaranya harus ikut menjadi tulang punggung keluarga sejak masih SMP.

Itulah sekelumit kisah masa kecil Ganjar yang ia ungkapkan saat berbincang dengan Anang Hermansyah dan Ashanty. Dalam perbincangan dengan dua pasangan artis itu, Ganjar bercerita tentang banyak hal.

Gubernur Jawa Tengah itu mulai berkisah dari masa kecilnya, kisah cintanya, sepak terjang politik, pengalamannya saat menjadi gubernur, hingga proyeksi masa depan.

Kisah Masa kecil Ganjar

ganjar pranowo ungkap dari kisah hidupnya

YouTube @The Hermansyah A6 ©2020 Merdeka.com

Ganjar Pranowo adalah anak kelima dari enam bersaudara. Hidup di keluarga miskin membuat orang tuanya memiliki banyak hutang. Waktu itu, orang tua Ganjar membiayai pendidikan anak-anaknya dari hasil berjualan bensin eceran.

Setelah mulai memperoleh penghasilan sendiri, para saudara Ganjar Pranowo mulai menyicil hutang orang tua mereka. Hal itulah yang juga ia lakukan saat telah lulus kuliah. Setiap bulannya mereka iuran Rp50.000 untuk membayar hutang itu. Seiring dengan karier dan penghasilan yang meningkat, iuran untuk bayar hutang itu ditambah.

“Dulu waktu pulang sekolah saya disuruh kulakan bensin eceran. Dulu ya diejek, malu, bahkan waktu mahasiswa pernah hampir putus kuliah. Tapi hari ini kita jadi bangga banget rasanya,” ungkap Ganjar sambil tertawa.

Tiga Kali Ditolak Sama Cewek

gubernur jawa tengah ganjar pranowo

©2020 Merdeka.com

Kepada Anang dan Ashanty, Ganjar Pranowo mengaku pernah tiga kali ditolak cewek. Sewaktu KKN, ada seorang cewek yang ditempatkan di lokasi yang sama dan selalu bersama-sama dalam menjalani program.

Sering berinteraksi dan ngobrol satu sama lain, Ganjar merasa satu frekuensi saat ngobrol dengan perempuan itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk pacaran. Setelah menjalani masa pacaran, terkuaklah bahwa cewek itu ternyata telah yatim piatu. Belum lagi kakak perempuan pacarnya itu terkena kanker serviks stadium tiga.

Ganjar rutin menjenguk kakak perempuan pacarnya itu sampai rela menginap di rumah sakit. Selama waktu itulah pacarnya selalu menemaninya bahkan sampai dicucikan bajunya dan dibawakan makanan dari rumah. Dari proses itulah Ganjar sudah punya feeling kalau pacarnya itu nanti akan jadi istrinya.

Disuruh Bu Mega Jadi Anggota Legislatif

Ganjar Pranowo sudah berpartai sejak tahun 1992 di mana dirinya masih berstatus mahasiswa. Waktu itu dia masuk di partai PDI. Pada suatu hari ketua PDI, Megawati Soekarnoputri memerintahkan Ganjar untuk maju sebagai calon legislatif. Saat itulah Ganjar merasa deg-degan luar biasa.

“Bagaimana tidak deg-degan, waktu itu popularitas saya cuma tiga persen, lalu meningkat jadi tujuh persen. Tapi nggak tahu ya, Bu Mega ini feeling-nya dahsyat. Akhirnya saya maju dan menang,” kenang Ganjar.

Strategi Kampanye Ganjar

ganjar pranowo

liputan6.com

Sebelum maju sebagai gubernur, Ganjar Pranowo sempat melakukan riset. Dari riset itu, Ganjar menemukan bahwa kemiskinan dan pengangguran masih menjadi masalah utama.

Namun baginya ada satu hal waktu itu yang membuat masyarakat marah dan menjadi kebingungan pada masyarakat. Dan hal itu adalah Integritas.

“Dari riset-riset yang telah disimpulkan itu kemudian kami memasang tagline ‘Mboten korupsi mboten ngapusi’. Itu adalah akumulasi dari pernyataan kita ke masyarakat,” kata Ganjar.

Kebanggaan Jadi Gubernur

ganjar pranowo dan taj yasin

©2020 Merdeka.com

Kebanggaan Ganjar dalam menuntaskan program yang dijalankan merupakan hal yang biasa. Tapi hal yang paling membanggakannya adalah saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Provinsi Jawa Tengah sebagai provinsi yang paling berintregitas. Menurutnya, prestasi itu diperoleh setelah perjuangan yang cukup lama.

“Maka sekarang kawan-kawan saya kalau dikasih sesuatu dari masyarakat atau dari pengusaha dan mengatakan tidak, terima kasih. Itu menjadi hal yang biasa. Walaupun yang nakal masih ada, tapi langsung tak copot jabatannya,” kata Ganjar dikutip dari YouTube The Hermansyah A6.

Alasan Tidak 'Ngamuk' Lagi

Pada masa awal menjabat sebagai gubernur, Ganjar Pranowo dikenal sebagai gubernur yang suka marah-marah. Namun beberapa waktu belakangan dia terkesan lebih kalem dan sabar.

Ganjar mengatakan hal itu dikarenakan pada awal-awal jabatannya dia tidak pernah tahu seperti apa karakter anggota tim kerjanya di birokrasi. Namun seiring waktu dia sudah bisa menyesuaikan diri dan menjadi lebih kalem.

“Ada orang yang ngomong saya jadi gubernur baru, terus ngamuk di jembatan timbang, soal PNS, soal ijin, haters saya mengatakan saya gubernur kampungan. Lalu teman-teman yang bijak mengatakan kalau wibawa harus dijaga. Tapi waktu saya polling ke masyarakat, 96 persen setuju saya ngamuk. Lalu sekarang waktu lebih kalem, pada kangen saya ngamuk lagi,” ungkap Ganjar.

Respon Saat Ditanya Tentang Calon Presiden 2024

Menurut Ganjar, pertanyaan yang berkembang di masyarakat tentang apakah dia akan mencalonkan diri untuk menjadi presiden sebenarnya rumit dijelaskan.

Pasalnya, sebagai orang partai dia harus mengikuti segala prosedur yang diberlakukan oleh partai tersebut. Selain itu, Ganjar berkata bahwa ayahnya pernah menasihatinya agar jangan pernah mengejar jabatan.

“Gara-gara sekarang banyak polling-polling itu (survei capres 2024) haters sama lovers nya pada bersaingan. Haters nya ngeri, mbak. Terus saya sampaikan saja sama anak dan istri, ’Ini cuma polling kok jadi nggak usah terganggu.’ Jadi saya lebih mengikuti orang tua saya agar jangan pernah mengejar jabatan,” kata Ganjar.

Cita-Cita Ganjar untuk Jawa Tengah

gubernur jateng ganjar pranowo

©2020 Merdeka.com

Menurut Ganjar, satu hal yang paling penting untuk kemajuan Provinsi Jawa Tengah adalah SDM. Oleh karena itulah dia menggencarkan program sekolah sistem zonasi agar para siswa yang berada di pelosok bisa tertampung dengan baik.

Dari program itu dia menemukan ada 17 kecamatan yang tidak ada sekolahnya, termasuk di kampung halamannya di Tawangmangu.

“Karena itulah saya membuat sekolah jarak jauh. Sementara itu para siswa dari keluarga yang tidak mampu yang tidak bisa masuk ke sekolah negeri kami masukkan ke sekolah swasta dan kami beri beasiswa. Jadi SDM hari ini menjadi sangat penting,” kata Ganjar Pranowo dikutip dari YouTube The Hermansyah A6 pada Selasa (21/7).

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP