Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus masih tinggi, pemerintah jamin ketersediaan obat terapi Covid-19

Kasus masih tinggi, pemerintah jamin ketersediaan obat terapi Covid-19 Foto ilustrasi obat. ©2021 Merdeka.com/pexels.com

Merdeka.com - Memasuki minggu kedua diberlakukannya PPKM darurat, kasus Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan angka tinggi. Pemerintah pun semakin bekerja keras untuk meredam lonjakan kasus Covid-19 terutama varian baru delta.

Selain mengontrol ketat kebijakan PPKM di lapangan, pemerintah juga menjaga kebutuhan fasilitas kesehatan tetap bisa terpenuhi di tengah lonjakan kasus. Tak hanya mengontrol kebutuhan oksigen yang kini jadi barang langka, pemerintah juga terus menjamin ketersediaan obat terapi Covid-19,

Untuk menjaga ketersediaan tersebut, pemerintah melakukan impor agar stok obat terapi Covid-19 tetap aman. Ada tiga jenis obat yang kini diburu pemerintah, yakni Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas. Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan jika ketiga obat tersebut termasuk ketat dalam urusan pemasokan.

“Kami menyadari bahwa ada obat-obat impor memang secara global pasokannya sangat ketat, dan obat-obat tersebut antara lain remdesivir, actemra, gammaraas,” katanya dalam konferensi pers virtual dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Minggu (18/7).

Dibantu Kementerian Luar Negeri, obat remdesivir sendiri akan diimpor dari India, Pakistan, dan China. Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri sudah melakukan negosiasi agar India bisa membuka kembali ekspornya. dr. Dante menyebutkan jika nantinya Indonesia akan menerima sekitar 50 ribu vial per minggunya.

“Sudah mulai masuk (remdesivir) sekitar 50 ribu vial dan nanti akan bertambah lagi menjadi 50 ribu vial lagi per minggu. Kami juga sudah membuka akses ke Cina supaya obat-obat yang mirip dengan remdesivir bisa masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, pemerintah juga sudah berkomunikasi langsung dengan produsen Swiss, yakni perusahaan Roche untuk mendapatkan stok obat actemra. Pasalnya, obat ini jadi salah satu obat terapi Covid-19 yang sulit didapatkan. Sedangkan untuk obat Gammaraas, pemerintah sudah mendapatkan impor dari Cina sebanyak 30 ribu vial.

Meski begitu, pemerintah masih terus mengupayakan untuk mendapatkan stok lebih banyak guna mencukupi kebutuhan di Indonesia. Pemerintah juga sudah melakukan pertemuan dengan Gabungan Perusahaan Farmasi agar distribusi obat bisa semakin lebih merata di seluruh Tanah Air.

Meski pemerintah menjadi ketersediaan stok obat terapi masih obat, dr. Dante tetap menekankan masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan. Selalu ingat pesan ibu dengan memakai masker, menghindari kerumunan, dan rajin mencuci tangan dengan sabun jadi keharusan. Tak lupa, di tengah masa PPKM, penting untuk selalu menjaga imunitas tubuh.

Reporter:Azizta Laksa Mahardikengrat (mdk/snw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP