Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus COVID-19 di Bantul Terus Melonjak, Diduga Varian Omicron

Kasus COVID-19 di Bantul Terus Melonjak, Diduga Varian Omicron Ilustrasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Akhir-akhir ini, kasus COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali melonjak. Salah satu wilayah dengan lonjakan kasus tertinggi adalah Kabupaten Bantul.

Pada Kamis (3/2), lonjakan kasus di wilayah itu mencapai 36 kasus. Dengan demikian, jumlah pasien yang mengalami isolasi menjadi 149 orang.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Bantul, tambahan kasus itu berasal dari Kecamatan Banguntapan sebanyak 22 orang, Kasihan 7 orang, Sewon 4 orang, Bantul 3 orang, Piyungan 3 orang, Sedayu 2 orang, sementara Pundong, Bambanglipuro, Imogiri, dan Pleret masing-masing satu orang.

Diduga, lonjakan kasus ini ada kaitannya erat dengan penyebaran varian Omicron. Berikut selengkapnya

Masih Zona Oranye

kasus covid 19 di jogja 3 februari 2022

©Instagram/@humasjogja

Menanggapi lonjakan kasus itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa Kabupaten Bantul masih berada di zona risiko sedang, atau zona oranye. Dia menjelaskan, ketentuan itu diperoleh dari hasil perhitungan bobot indikator kesehatan masyarakat yang terdiri dari epidemologi, surveilans kesehatan, dan pelayanan kesehatan.

Hasil perhitungan tersebut dijadikan dasar bagi seluruh pihak dalam melaksanakan berbagai macam kegiatan maupun aktivitas untuk jangka waktu 14 hari dari 1 Februari hingga 14 Februari 2022.

“Mari bersama kita putus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas,” kata Bupati, mengutip dari ANTARA pada Kamis (3/2).

Diduga Varian Omicron

ilustrasi virus corona

©istimewa

Abdul Halim mengatakan, lonjakan kasus COVID-19 diduga karena varian Omicron yang telah menyebar ke seluruh Indonesia. Dia mengatakan, varian Omicron memiliki daya tular yang lebih cepat dibandingkan varian Delta, walau begitu varian ini tidak seganas varian sebelumnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik jika terpapar varian Omicron, karena bisa segera sembuh usai melakukan isolasi mandiri atau perawatan di rumah sakit.

“Varian ini tidak ganas dan rata-rata memang tidak bergejala. Nah karena itu kebijakan pemerintah, imbauannya adalah masyarakat tetap tenang, protokol kesehatan tetap diterapkan, dan aktivitas tetap berjalan seperti sedia kala,” kata Abdul Halim.

Tak Lakukan Pengetatan

kasus covid 19 di jogja 3 februari 2022

©Instagram/@humasjogja

Meskipun varian Omicron diduga telah merebak di Bantul, Abdul Halim belum memutuskan untuk melakukan pengetatan pada kegiatan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memulihkan kondisi ekonomi yang terus menunjukkan tren positif. Dengan demikian, aktivitas masyarakat di berbagai sektor seperti pariwisata, industri, perdagangan, hotel, mall, restoran, dan lain sebagainya tetap jalan.

“Dua tahun kemarin ekonomi kita turun drastis karena dampak pandemi COVID-19. Kini aktivitas ekonomi sudah mulai pulih dan pertumbuhannya sudah positif. Kalau diketatkan lagi, nanti khawatir akan terjadi pertumbuhan negatif, dan dampak ekonominya juga cukup besar,” kata Abdul Halim, mengutip dari ANTARA.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP