Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ibu di Grobogan Menghabisi Nyawa Sendiri dan Anaknya dengan Mi Beracun, Ini Faktanya

Ibu di Grobogan Menghabisi Nyawa Sendiri dan Anaknya dengan Mi Beracun, Ini Faktanya Serba Serbi Hard Skill dan Soft Skill, Mana yang Lebih Diperlukan di Dunia Kerja?. ©2022 Shutterstock

Merdeka.com - Mendung duka menyelimuti langit Grobogan pada Jumat (27/5). PI, bocah berusia 5 tahun meninggal dunia setelah sebelumnya dirawat di RSUD Purwodadi. Kondisi korban sempat membaik, namun pada akhirnya kembali menurun pada Jumat malam hingga menghembuskan napas terakhir.

“Kondisi korban jam 3 sore sudah sadar, jam 9 malam kembali masuk ICU, dan jam 11 meninggal,” kata Nur Hadi Sucipto, kepala Dusun Kleco, Desa Mangunrejo, Kecamatan Pulokulon.

Pada pagi harinya, sang ibu L (34) ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya. Kedua anaknya ditemukan dalam kondisi kritis. Di samping jenazah sang ibu.

Lantas bagaimana kasus ini terjadi? Berikut selengkapnya:

Tragedi Mi Instan Bercampur Pestisida

ibu di grobogan tega bunuh dirinya sendiri dan anaknya

©YouTube/Liputan6 SCTV

Pada Jumat pagi (27/5), sang ibu mengakhiri hidupnya secara tragis. Dia mencampuri mi instan yang hendak dimakan dengan cairan pestisida. Mirisnya lagi, ia memberikan mi beracun itu kepada kedua anaknya. Ketiganya ditemukan warga di tempat tidur.

Warga kemudian langsung mengevakuasi para korban ke puskesmas. Dalam perjalanan menuju puskesmas, L dinyatakan meninggal dunia. Para anggota keluarga hanya bisa mengelus dada menyambut L pulang tak berdaya.

Olah TKP

ibu di grobogan tega bunuh dirinya sendiri dan anaknya

©YouTube/Liputan6 SCTV

Dugaan bunuh diri itu diperkuat dari hasil olah TKP. Sesuai dengan informasi awal dari warga, polisi menemukan sisa makanan yang dicampuri pestisida di dapur rumah korban. Polisi kemudian menyita cairan itu dan mi instan sebagai barang bukti.

“Tadi dari hasil olah TKP, ditemukan makanan dan obat yang diduga dicampur ke makanan tersebut,” kata AKP I Ketut Sudiarta, Kapolsek Panunggalan, Grobogan, dikutip dari YouTube Liputan 6 pada Senin (30/5).

Motif Diduga Masalah Ekonomi

ibu di grobogan tega bunuh dirinya sendiri dan anaknya

©YouTube/Liputan6 SCTV

Polisi masih menyelidiki peristiwa bunuh diri itu dengan meminta keterangan saksi. Dari informasi tersebut polisi menyimpulkan kalau peristiwa itu disebabkan masalah ekonomi. Nur Hadi mengatakan, para tetangga kerap mendengar korban bertengkar dengan suaminya. Bahkan sebelum meninggal dunia, korban sempat meminta pinjaman uang Rp15 juta untuk melunasi pinjaman bank.

Seperti diketahui, keuangan keluarga itu memang tengah terpuruk. Pekerjaan suami sebagai seorang penebas padi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi inilah yang diduga membuat L putus asa hingga ia rela menghabisi nyawanya sendiri dan anaknya.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP