Genap 10 Tahun, Ini 5 Potret Dahsyatnya Letusan Besar Merapi 2010
Merdeka.com - Sepuluh tahun lalu, tepat pada tanggal 26 Oktober 2010, Gunung Merapi meletus besar. Letusan itu kemudian disusul dengan letusan pada 3 November 2010 yang tak kalah dahsyatnya. Rangkaian peristiwa itu menyebabkan 353 orang meninggal dunia, salah satunya sang juru kunci Mbah Maridjan.
Letusan Merapi di tahun 2010 memang menjadi yang terbesar dalam 100 tahun terakhir. Bila letusan sebelum-sebelumnya menghasilkan awan panas yang mengalir turun dari puncak menuju lereng, pada letusan tahun 2010 material letusan membumbung tinggi. Material itu jatuh ke bumi dalam bentuk butiran bebatuan panas dengan berbagai macam ukuran.
Tragisnya, bebatuan itu jatuh tepat di sudut perkampungan yang ada di lereng barat daya dan selatan Merapi. Akibatnya, banyak orang meninggal, binatang ternak mati terpanggang, dan ratusan hektar lahan pertanian tertutup material panas. Berikut adalah 5 potret dahsyatnya letusan Gunung Merapi di tahun 2010.
Berbeda dari Tahun-Tahun Sebelumnya
Dilansir dari Esdm.go.id, letusan Merapi pada tahun 2010 berbeda dengan letusan-letusan sebelumnya. Letusan kali itu ditandai dengan awan panas yang membumbung tinggi hingga ribuan meter ke angkasa dan kemudian jatuh lagi ke bumi.
Awan panas itu kemudian melibas hampir 20 km persegi sisi merapi, mulai dari puncak hingga kaki gunung.

©Esdm.go.id
Luncuran Awan Panas Hingga Belasan Kilometer
Letusan Merapi nyatanya tak hanya terjadi pada tanggal 26 Oktober saja. Pada tanggal 3 November 2010, jarak luncur awan panas mencapai 9 km dari puncak.
Sementara pada 4 November, jarak luncurnya bahkan mencapai 14 km dari puncak. Suara gemuruh letusannya terdengar hingga Kota Yogyakarta, Magelang, dan Wonosobo.

©Esdm.go.id
Tak Terekam Seismograf
Letusan Gunung Merapi tahun 2010 merupakan letusan yang terbesar dan bahkan terburuk sejak tahun 1870. Bahkan saking besarnya, letusan itu tidak sepenuhnya terekam seismograf karena overscale.

©Esdm.go.id
Tampak dalam foto tersebut seismograf di Pos Pengamatan Gunung Merapi yang mencatat gempa letusan Merapi di tahun 2010.
Situs Batu Gajah
Sisa-sisa material letusan Gunung Merapi itu tersebar di berbagai tempat. Salah satunya adalah sebuah batu besar yang masyarakat setempat menyebutnya “batu gajah”.

©Esdm.go.id
Dalam foto tersebut, tampak batu itu ukurannya tiga kali lebih besar dari pada mobil jeep yang teronggok di hamparan pasir. Dilansir dari laman resmi ESDM, tadinya batu itu menggelinding sejauh lebih dari 5 km dari puncak Merapi.
Ungkapan Hati Warga
Selain itu, ada pula ungkapan hati para warga yang selamat dari letusan. Menurut mereka, hal yang paling disyukuri dari bencana adalah selamat.

©Esdm.go.id
Beberapa tulisan ungkapan itu tertulis pada salah satu dinding yang masih utuh di rumah seorang warga bernama Pak Kimin.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya