Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Bantul, Kapolres Sampaikan Ini pada Warga
Merdeka.com - Pada Rabu (9/2) kemarin, Densus 88 Anti Teror Polri menggeledah sebuah rumah teroris yang berada di Kecamatan Kasihan, Bantul. Penggeledahan itu dilakukan setelah tim itu mengamankan seorang terduga teroris.
Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, mengatakan bahwa sebagai institusi kepolisian tingkat kabupaten, pihaknya hanya melakukan pengamanan saat ada tindakan penggeledahan yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror pada pagi hari sekitar pukul 08.00 itu.
“Kita cuma mem-‘backup’ kegiatan penggeledahan. Jadi yang melaksanakan penggeledahan itu tim Densus 88. Kita Cuma mem-‘backup’ untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata AKBP Ihsan dikutip dari ANTARA.
Lantas apa tanggapan Kapolres Bantul terhadap penggeledahan itu? berikut selengkapnya:
Bukan Penduduk Bantul

©2015 Merdeka.com
Menurut AKBP Ihsan, pelaku terduga teroris yang diamankan Densus 88 di Tegal Rejo, Kota Yogyakarta, memang berdomisili atau bertempat tinggal di wilayah Bantul, namun sebetulnya ia bukan penduduk Bantul.
Ia menambahkan, dalam penggeledahan itu, terdapat beberapa barang yang dibawa dan diamankan Tim Densus 88 Antiteror, namun pihaknya tidak mengetahui secara pasti barang apa saja yang diamankan.
“Tadi kita tidak lihat, karena berada di ring luar. Kita ‘backup’ pengamanan di luar saja. Yang mengamankan Densus 88 Antiteror,” kata Ihsan.
Polisi Minta Masyarakat Peka Lingkungan
Terkait penggeledahan rumah itu, AKBP Ihsan meminta masyarakat Bantul untuk peka terhadap lingkungan di sekitarnya sebagai antisipasi mencegah pendatang yang diduga terlibat jaringan teroris.
Ia mengatakan, wilayah Yogyakarta, tak terkecuali wilayah Bantul merupakan destinasi wisata dan pusat pendidikan. Maka dari itu tak heran apabila banyak pendatang yang tinggal di tengah-tengah masyarakat. Namun ada yang memanfaatkan situasi ini oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab seperti halnya jaringan teroris.
“Adanya kebijakan tamu wajib lapor satu kali 24 jam di masyarakat itu silakan diaktifkan lagi kalau memang saat ini agak abai. Intinya seperti itu, peka saja, peka terhadap lingkungan. Karena yang lebih tahu masyarakat itu sendiri,” kata AKBP Ihsan dikutip dari ANTARA.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya