Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah Kerumunan, Pakar UGM Beri Saran Cara Sembelih Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Cegah Kerumunan, Pakar UGM Beri Saran Cara Sembelih Hewan Kurban di Tengah Pandemi Dagang hewan kurban di trotoar. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Hari raya Iduladha semakin dekat. Di tengah lonjakan kasus COVID-19, penyembelihan hewan kurban harus dilakukan dengan protokol ketat. Direktur Halal Center Fakultas Peternakan UGM sekaligus Dosen Fakultas Peternakan UGM, Nanung Danar Dono mengingatkan mengenai potensi terjadinya kerumunan.

Ia membagikan pendapatnya tentang bagaimana cara mengurus hewan kurban, mulai dari awal hingga akhir prosesi tersebut. Segala aspek harus dipikirkan mulai dari kondisi petugas pemotong hewan, kondisi daging, serta alat potong yang digunakan. Lantas seperti apa tata cara penyembelihan hewan kurban yang aman di masa pandemi?

Batasi Jumlah Panitia Kurban

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum prosesi penyembelihan adalah pembatasan pada jumlah panitia kurban yang terlibat. Sementara yang kedua adalah membatasi hewan kurban yang akan disembelih. Dia mengatakan, hewan kurban yang tidak dapat disembelih di masjid dapat dititipkan pada lembaga amil yang amanah untuk dikirim ke daerah maupun negara lain yang lebih membutuhkan.

Sementara itu, langkah yang ketiga adalah membagi waktu penyembelihan menjadi 3-4 hari dengan memanfaatkan kesempatan pada hari tasyrik. Sedangkan yang keempat adalah membagi lokasi penyembelihan di 3-4 tempat.

“Panitia kurban juga harus menyediakan air dan sabun atau hand sanitizer secara cukup. Anak-anak dan warga lanjut usia serta warga yang sakit hendaknya tidak dilibatkan dalam penyembelihan kurban,” kata Nanung dikutip dari Liputan6.com pada Kamis (15/7).

Harus Menjaga Kebersihan

penyembelihan hewan kurban di masjid jogokariyan yogyakarta

©2020 Merdeka.com/Twitter @jogokariyan

Sementara itu, Dosen Fakultas Peternakan UGM, Nurliyani, mengatakan bahwa ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam penanganan daging kurban yaitu aspek higienis makanan, aspek petugas, dan aspek peralatan.

Dari aspek higienis makanan, Nurliyani menyarankan agar daging harus terhindar dari kontak langsung dengan tangan manusia. Selain itu, tangan manusia juga harus menghindari kontak langsung dengan peralatan seperti pisau, talenan, alas, dan meja.

Selain itu, panitia kurban juga sebisa mungkin menghindari adanya air yang kotor, serta lantai atau alas yang kotor.

APD Petugas Pemotongan Hewan

Dari aspek petugas, Nurliyani mengatakan bahwa orang yang bertugas memotong daging harus menjaga kebersihan diri dan sering mencuci tangan. Selain itu, petugas juga harus mengenakan alat pelindung yang berbeda-beda tergantung dari kewajibannya.

Dia menjabarkan, petugas di area kotor harus memakai masker, sepatu boots, face shield, dan sarung tangan sekali pakai. Sedangkan petugas di area bersih memakai masker, penutup kepala, face shield, sarung tangan, celemek pelindung, dan alas kaki.

Aspek Peralatan

penyembelihan hewan kurban di tengah pandemi covid 19

©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Sementara itu dari aspek peralatan, Nurliyani mengatakan bahwa panitia harus menyediakan alat yang bersih dan memenuhi persyaratan teknis higienis dan sanitasi, yaitu alat yang terbuat dari bahan yang tidak mencemari daging. Dia juga mengimbau untuk menghindari penggunaan plastik hitam daur ulang karena elastisitasnya berbeda dengan plastik bening yang masih bagus.

“Panitia lebih disarankan membungkus daging yang akan dibagikan dengan kantong plastik bening atau besek,” terang Nurliyani.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP