Cara Mencegah Kanker Serviks, Aman dan Mudah Dilakukan
Merdeka.com - Cara mencegah kanker serviks penting diketahui setiap orang, terutama bagi para wanita. Kanker serviks merupakan salah satu macam penyakit kelamin yang sering dialami oleh wanita. Penyakit ini menduduki peringkat pertama sebagai penyebab kematian terbesar pada wanita di dunia.
Melansir dari Healthline, wanita yang menderita kanker serviks akan mengalami keputihan yang berlebihan, merasakan sakit saat berhubungan intim, dan volume darah yang sangat banyak saat menstruasi. Adapun penyebab kanker serviks belum diketahui secara pasti. Namun, rutin menjaga kebersihan organ intim serta tidak melakukan hubungan seks sembarangan selalu dianjurkan para dokter.
Kanker serviks sendiri kerap dikaitkan dengan infeksi human papillomavirus (HPV). Kemunculan ini juga berhubungan erat dengan faktor keturunan dan penyakit menular seksual. Mengingat penyakit ini sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa, sudah seharusnya setiap orang mengetahui cara mencegah kanker serviks.
Berikut sejumlah cara mengatasi kanker serviks beserta penyebabnya yang merdeka.com lansir dari Healthline:
Gejala Kanker Serviks

©2020 Merdeka.com
Ada beberapa gejala kanker serviks yang biasa dialami penderita. Pada tahap awal, mungkin penderita penyakit ini tidak akan merasakan gejala apa-apa, tetapi semakin lama tumor akan mendorong organ sekitar dan mengganggu sel-sel sehat. Adapun gejala kanker serviks yang umum dialami penderita adalah sebagai berikut:
• Siklus menstruasi tidak teratur.
• Pendarahan tidak wajar pada vagina, seperti pendarahan padahal tidak haid atau perdarahan setelah berhubungan seksual.
• Nyeri di bagian perut paling bawah.
• Merasakan nyeri setelah berhubungan seksual.
• Berat badan menurun secara drastis.
• Nyeri di pinggang.
• Kehilangan nafsu makan.
• Keputihan yang tidak normal.
• Badan lemas dan mudah lelah.
Penyebab Kanker Serviks
Ada beberapa penyebab kanker serviks yang perlu diwaspadai para wanita, antara lain:
Aktivitas Seksual yang Tidak Sehat
Aktivitas seksual yang tidak sehat, seperti bergonta-ganti pasangan, bisa menjadi penyebab kanker serviks. Aktivitas seksual dengan banyak pasangan ini dapat meningkatkan risiko terkenal HPV 16 dan 18. Selain itu, perilaku seks tanpa kondom atau berbagai mainan seks (sex toys) juga bisa menjadi penyebab kanker serviks.
Kebiasaan Merokok
Penyebab kanker serviks selanjutnya, yaitu kebiasaan merokok. Ya, tembakau mengandung banyak zat kimia yang tidak baik untuk tubuh. Wanita yang merokok lebih rentan berisiko terkena kanker serviks.
Maka dari itu, ada baiknya menghindari aktivitas merokok ketika memiliki beberapa gejala kanker serviks. Sebab, wanita memiliki risiko dua kali lebih besar dibanding wanita non-perokok dalam terkena kanker serviks.
Pola Hidup Tidak Sehat
Wanita yang memiliki berat badan berlebih serta jarang mengonsumsi buah-buahan, cenderung berisiko mengalami kanker serviks. Risiko ini semakin meningkat jika wanita tersebut memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
Zat kimia pada tembakau diyakini bisa merusak DNA dalam sel dan menyebabkan kanker serviks. Selain itu, merokok juga bisa membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah sehingga kurang efektif melawan infeksi HPV.
Hamil atau Melahirkan di Usia Muda
Seorang wanita yang hamil atau melahirkan di usia muda juga rentan mengalami risiko kanker serviks. Untuk itu, banyak dokter yang menyarankan agar batas usia seseorang untuk menikah adalah 17 tahun. Jika lebih muda dari usia tersebut, bisa meningkatkan risiko kanker rahim.
Faktor Keturunan
Salah satu penyebab kanker serviks yang paling umum adalah faktor keturunan. Apabila dalam keluarga Anda pernah menderita kanker serviks, Anda akan rentang mengalami kanker ini dibandingkan dengan orang yang tidak punya faktor keturunan kanker.
Hal ini bisa terjadi akibat mutasi gen yang bisa diturunkan ke generasi selanjutnya. Untuk itu, bagi Anda yang memiliki beberapa gejala kanker serviks dan memiliki faktor keturunan yang menderita penyakit ini, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Penyakit Menular Seksual
Penyebab kanker serviks selanjutnya, yaitu penyakit menular seksual. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko kanker serviks lebih tinggi dialami wanita yang pernah menderita penyakit menular seksual, seperti klamidia, gonore, kutil kelamin, dan sifilis.
Wanita yang terinfeksi HPV juga rentan menderita kanker serviks. Hal ini karena infeksi HPV bisa datang bersamaan dengan penyakit menular seksual. Maka dari itu, menjaga kebersihan organ intim perlu dilakukan sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual.
Cara Mencegah Kanker Serviks

©2022 Merdeka.com/Dok. Roche Indonesia
Deteksi Sejak Dini
Cara mencegah kanker serviks yang pertama, yaitu mendeteksi sejak dini. Cara mendeteksi ini bisa melakukan screening leher rahim secara rutin. Metode pemeriksaan ini bukan tes untuk kanker, melainkan untuk mendeteksi sel-sel yang berpotensi menjadi kanker.
Wanita yang berusia sekitar 25-49 tahun yang sudah berhubungan intim, dianjurkan untuk melakukan screening secara rutin. Dengan begitu, nantinya bibit-bibit kanker serviks bisa dideteksi sedini mungkin, sehingga kanker serviks bisa ditangani oleh dokter agar tidak semakin parah.
Berhubungan Seksual dengan Aman
Cara mencegah kanker serviks selanjutnya, yaitu berhubungan seksual dengan aman. Virus HPV bisa menyebar melalui hubungan intim yang tidak aman. Untuk itu, agar terhindar dari kanker serviks sebaiknya menggunakan kondom ketika berhubungan intim.
Hindari Kebiasaan Merokok
Merokok dapat menjadi salah satu penyebab kanker serviks. Ada banyak zat berbahaya pada rokok yang bisa meningkatkan risiko kanker serviks. Maka dari itu, ada baiknya Anda menghentikan kebiasaan merokok, terutama bagi para wanita.
Vaksinasi HPV
Melakukan vaksinasi HPV sangat penting dilakukan oleh para wanita. Vaksin HPV lebih efektif diberikan pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan intim. Namun, wanita dewasa yang sudah aktif secara seksual juga dianjurkan untuk segera mendapatkan vaksin ini sebelum terlambat.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya