Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bupati Purbalingga Tinjau Anak yang Disekap Orang Tuanya, Begini Kondisinya

Bupati Purbalingga Tinjau Anak yang Disekap Orang Tuanya, Begini Kondisinya Bupati Purbalingga kunjungi anak yang disekap orang tuanya. ©Instagram/@dyahayuningpratiwi

Merdeka.com - Dalam sebuah video yang viral beredar pada Senin (15/3), tampak seorang anak berusia 7 tahun yang mengalami penyekapan. Bocah asal Purbalingga, Jawa Tengah bernama Muhammad Nazirul Asrofi, ini dirantai di dapur oleh orang tuanya sendiri.

Dilansir dari Liputan6.com, Rofi disekap dan dirantai di dapur selama 3 hari karena dianggap bersikap nakal. Di sana, ia hanya ditemani seekor anjing.

Penyekapan itu akhirnya terungkap oleh tetangganya yang saat itu kebetulan tengah melewati dapur rumah. Karena merasa kasihan, tetangga itu langsung melaporkan ke polisi.

Di sisi lain, video penyekapan anak oleh orang tuanya sendiri itu menjadi viral dan mendapat perhatian dari berbagai pihak, tak terkecuali Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi. Dyah mengunjungi bocah yang mengalami penyekapan itu.

Nasib Orang Tua Rofi

bupati purbalingga kunjungi anak yang disekap orang tuanya

©Instagram/@dyahayuningpratiwi

Setelah laporan itu, aparat keamanan polisi beserta anggota TNI langsung meninjau lokasi. Selain itu, banyak warga yang mendatangi tempat tersebut. Kedua orang tua Rofi langsung dibawa ke Mapolres Purbalingga untuk diminta keterangan.

Dikunjungi Bupati Tiwi

bupati purbalingga kunjungi anak yang disekap orang tuanya

©Instagram/@dyahayuningpratiwi

Pada Senin (15/3), Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengunjungi kediaman Rofi. Perempuan yang akrab disapa Tiwi itu mengatakan saat ia kunjungi Rofi terlihat dalam kondisi sehat.

“Alhamdulillah Rofi masih sehat, semangat, dan ceria. Dan kita juga bertemu dengan ibunya untuk memberikan motivasi dan pesan-pesan,” kata Tiwi

Imbauan kepada Orang Tua

bupati purbalingga kunjungi anak yang disekap orang tuanya

©Instagram/@dyahayuningpratiwi

Tiwi mengatakan bahwa segala bentuk kekerasan kepada anak tidak diperkenankan. Oleh karena itu, dia mengimbau pada seluruh orang tua di Purbalingga untuk bisa memberikan pembinaan kepada anak-anaknya.

“Jadi pembinaan ataupun pengajaran itu betul-betul yang bisa diterima oleh anak. Jadi jangan menggunakan kekerasan apalagi menghukum anak dan sebagainya. Karena kekerasan itu akan berdampak psikis pada anak yang bersangkutan,” kata Tiwi.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP