Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kebijakan Ramadan Saat Pandemi di Berbagai Negara, Inggris Tiadakan Kegiatan Masjid

Kebijakan Ramadan Saat Pandemi di Berbagai Negara, Inggris Tiadakan Kegiatan Masjid Al-Masjid an-Nabawi, Arab Saudi. ©2014 Merdeka.com/impressivemagazine.com

Merdeka.com - Bulan yang ditunggu-tunggu umat Muslim di seluruh dunia akan datang dalam hitungan hari. Namun, pada perayaan bulan Ramadan tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Seluruh umat Muslim yang ada di dunia akan merayakan ibadah puasa di bulan Ramadan berdampingan dengan upaya untuk melawan persebaran virus Corona. Berbagai kebijakan pemerintah di beberapa negara dunia untuk menyambut bulan Ramadan juga berbeda-beda.

Bagaimana kebijakan mengenai Ramadan di tengah wabah virus Corona ini di beberapa negara di dunia? Berikut ulasannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Inggris

ilustrasi big ben inggris

shutterstock.com

Informasi yang dilansir dari The Guardian, biasanya di tahun-tahun sebelumnya, ada kurang lebih 2.000 Muslim yang menunaikan ibada berjamaah. Apa lagi ditambah dengan relawan yang memenuhi masjid untuk mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa.

Namun, pada tahun ini tidak akan ada aktivitas seperti itu lagi. Pintu gerbang masjid-masjid akan ditutup dan akan hanya ada petugas keamanan yang melakukan patroli, mengingat kondisi di London juga masih dalam status lockdown.

"Kami akan melewatkan semua itu. Saya mengunjungi masjid minggu lalu,sangat memilukan melihatnya kosong dan sunyi," kata Mohammed Kozbar, sekretaris umum masjid.

Dewan Muslim Inggris (MCB), juga mengimbau kepada umat muslim di wilayahnya bahwa shalat tarawih atau pertemuan keagamaan akan ditiadakan selama bulan Ramadan.

"Sangat tidak tepat untuk berjemaah shalat Tarawih atau mengadakan pertemuan keagamaan selama bulan Ramadhan ini di setiap masjid atau rumah dengan orang-orang yang bukan anggota keluarga," ungkap Qari Asim selaku imam Leeds dan Ketua Dewan Penasihat Nasional Masjid.

2. Mesir

muslim mesir berlomba raih kemuliaan lailatul qadar

REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Hal yang sama di Inggris juga terjadi di Mesir. Pemerintah Mesir sudah mengimbau dan melarang untuk tidak melakukan pertemuan keagamaan selama bulan Ramadan nanti.

Informasi yang dilansir dari Al Arabiya, nantinya kegiatan iktikaf di masjid dalam memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan juga di larang. Larangan-larangan tersebut juga dikeluarkan oleh Universitas al-Azhar.

"Seorang Muslim harus berpuasa di bulan Ramadhan, kecuali secara ilmiah ditemukan bahwa tidak minum air memiliki dampak kesehatan pada mereka yang berpuasa, seperti tindakan pencegahan agar tidak terinfeksi virus corona," bunyi larangan tersebut.

3. Arab Saudi

ilustrasi arab saudi

Pixabay

Sedangkan kebijakan yang dibuat oleh Arab Saudi adalah meniadakan shalat tarawih di masjid dan shalat Idul Fitri. Namun, aktivitas ibadah tersebut bisa dilakukan di rumah masing-masing.

Informasi yang dilansir dari Sky News Arabia, pelaksanaan ibadah di seluruh masjid telah ditiadakan, termasuk di Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi. Hal ini juga berkaitan dengan fatwa yang dikeluarkan oleh Grand Mufti Arab Saudi Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad al-Sheikh.

"Terkait dengan kebijakan peniadaan shalat tarawih di masjid tahun ini untuk mencegah penyebaran virus Corona, maka shalat tarawih dilakukan di rumah," jelas Sheikh Abdul Aziz.

Sedangkan untuk aktivitas lain, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mengimbau warganya untuk tetap tinggal di rumah dan meminimalisir kegiatan di luar ruangan.

"Harus disadari bahwa bulan Ramadan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kita harus menyesuaikan prilaku kita agar seusai dengan situasi sekarang, termasuk tinggal di rumah dan tidak bergaul dengan orang lain," ucap Abdullah Asiri selaku Asisten Wakil Menteri Kesehatan.

4. Iran

ilustrasi iran italia

2020 Merdeka.com/liputan6.com

Salah satu negara yang ada di Timur Tengah ini mempunyai banyak warga yang terinfeksi virus Corona. Beberapa bulan lalu aktivitas sholat jumat di beberapa wilayah di Iran juga ditiadakan.

Informasi yang dilansir dari France 24, untuk kebijakan dalam menyambut bulan Ramadan tahun ini adalah mengimbau para warga untuk jangan berkunjung ketempat-tempat ibadah. Walau begitu, pelaksanaan ibadah tidak boleh ditinggalkan sama sekali.

"Kita harus menghindari segala pertemuan selama bulan Ramadhan, tetapi kita tak boleh meninggalkan shalat dan doa dengan keterbatasan kondisi kita," jelas Ali Khamenei selaku Pemimipin Tertinggi Iran.

5. Malaysia

menara petronas

www.goseasia.about.com

Sampai saat ini, negara di Asia Tenggara ini juga masih khawatir dengan persebaran virus corona. Beberapa kebijakan yang melarang orang-orang untuk berkumpul juga telak dikeluarkan oleh pemerintah Malaysia.

Informasi yang dilansir dari The Star, untuk menyambut bulan Ramadan pemerintah Malaysia tidak mengizinkan untuk mengadakan bazar selama satu bulan penuh. Hal ini berkaitan dengan kebijaka pemerintah dalam masa Perintah Kendali Pergerakan (MCO).

Kami telah mengambil keputusan, selama MCO berlaku tidak akan ada pasar Ramadan," jelas Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob selaku Menteri Senior untuk urusan keamanan.

Wilayah yang dilarang untuk mengadakan bazar Ramadan tersebut adalah Selangor, Negeri Sembilan, Melaka dan Terengganu.

(mdk/dem)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP