Batasi Pergerakan Warga, Ini Daftar Jalan di Kota Yogyakarta yang Disekat
Merdeka.com - Dalam upayanya menegakkan protokol kesehatan, pemerintah Kota Yogyakarta membatasi mobilitas warga dengan melakukan penyekatan jalan di berbagai titik.
Masyarakat yang ingin melakukan aktivitas di Kota Yogyakarta diminta untuk menunjukkan kartu identitas, kartu vaksinasi, serta identitas kesehatan seperti hasil tes antigen dan PCR yang masih berlaku.
“Kami ingin agar slogan ‘di rumah lebih baik’ bisa menjadi gerakan bersama di masyarakat. Membatasi mobilitas yang tidak perlu sangat dibutuhkan pada masa-masa seperti ini,” kata Ketua Harian Satgas COVID-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi dikutip dari ANTARA pada Senin (5/7).
Ruas Jalan yang Disekat

©2017 Merdeka.com
Heroe mengatakan, setidaknya ada empat ruas jalan di Kota Yogyakarta yang dilakukan penyekatan yaitu Jalan Solo, Jalan Magelang, Jalan Parangtritis, dan jalan di daerah Wirobrajan. Selain itu, Heroe berencana menutup ruas jalan di tempat lain yang berpotensi menjadi tempat berkumpul warga.
“Dimungkinkan kami juga akan melakukan penyekatan di sekitar Malioboro supaya kawasan ini tidak menjadi tempat nongkrong. Dengan begitu tidak terjadi kerumunan di sana,” kata Heroe.
Matikan Lampu
Selain melakukan penyekatan, Heroe mengatakan bahwa pencegahan dilakukan dengan mematikan lampu taman mulai pukul 20.00 WIB. Selain itu, nantinya juga akan diterjunkan petugas untuk melakukan patroli di tempat umum.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kepatuhan warga agar tidak nongkrong dan tidak melakukan kegiatan yang tidak perlu,” imbuh Heroe.
Masih Banyak Pelanggaran

©2021 Merdeka.com/Imam Buhori
Heroe mengatakan, pada masa awal-awal pelaksanaan PPKM Darurat, masih ditemukan warga dan tempat usaha yang sepenuhnya memahami aturan. Sebagai contoh, masih ada warga yang membuka usahanya padahal usaha itu tidak termasuk dalam sektor esensial dan masih ada pula warga yang nongkrong di tempat umum.
Oleh karena itu, petugas nantinya tidak akan segan melakukan penindakan, termasuk menyediakan kursi dan tikar sebagai tempat makan di warung-warung atau restoran.
“Melawan pandemi itu harus berkejaran dengan waktu. Semakin cepat melakukan pembatasan mobilitas dan dilakukan serentak, maka efektivitasnya juga akan semakin cepat dirasakan, yaitu menurunkan kasus. Begitu pula sebaliknya,” pungkas Heroe.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya