Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bakal Wujudkan Malioboro Jadi Galeri Terpanjang se-Indonesia, Ini Tanggapan Pemda DIY

Bakal Wujudkan Malioboro Jadi Galeri Terpanjang se-Indonesia, Ini Tanggapan Pemda DIY Jalan Malioboro Yogyakarta. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Malioboro adalah ikon pariwisata Yogyakarta. Berbagai penataan demi penataan dilakukan demi membuat tempat itu terlihat cantik. Mulai dari penataan parkir, penataan dokar, dan yang terbaru penataan pedagang kaki lima (PKL).

Tak hanya penataan, nantinya Malioboro juga akan dihias sedemikian rupa. Tujuannya Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menjadikan tempat itu sebagai galeri seni dan budaya terpanjang di Tanah Air.

Lantas seperti apa persiapan-persiapan yang akan dilakukan dalam menjalankan misi tersebut? Berikut selengkapnya:

Tahap Pematangan

kawasan wisata jalan malioboro

©2021 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Laksmi Pratiwi mengatakan, konsep Malioboro sebagai galeri terpanjang itu masih berada di tahap pematangan. Dalam tahap ini, pihaknya melibatkan masukan dari berbagai pihak seperti akademisi, seniman, serta elemen masyarakat lainnya.

“Malioboro kan milik semua masyarakat, tidak hanya seniman dan akademisi. Ada beberapa hal yang sudah kami siapkan untuk mendapat masukan-masukan itu,” kata Laksmi dikutip dari ANTARA pada Selasa (1/3).

Sebagai gambaran awal, kawasan sepanjang Jalan Malioboro bakal ditata sedemikian rupa dengan hiasan karya-karya “street art” atau seni jalanan. Beberapa pertunjukan seni budaya juga mulai digelar di sentra PKL baik di Teras Malioboro I dan Teras Malioboro II.

Kembalikan Memori Kolektif

malioboro tempo dulu

©Ugm.ac.id

Laksmi menambahkan, nantinya pertunjukan seni budaya yang digelar di pusat perbelanjaan dan kuliner itu tidak harus mendatangkan kerumunan.

Dia menginginkan rangkaian penataan kawasan Malioboro yang masih berlangsung hingga detik ini akan bermuara pada pengembalian memori kolektif sebagai tempat masyarakat berkreasi dan mencari inspirasi.

"Dulu kan Malioboro sebagai tempat yang sangat kondusif bagi orang, seniman, budayawan mendapatkan inspirasi, mendapatkan ruang-ruang berkreasi. Ke depan juga akan seperti itu tapi pada bentuk-bentuk yang lebih memuliakan Malioboro dengan saling menghargai hak dan kewajiban, serta peran masing-masing," pungkas Laksmi.

 

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP