Bahaya Sikap Rasisme pada Kesehatan Mental Korban, Jangan Disepelekan
Merdeka.com - Seperti diketahui, manusia memang diciptakan dengan berbagai macam perbedaan. Di mana masyarakat di berbagai belahan dunia mempunyai karakteristik fisik yang berbeda-beda sesuai dengan gari ras turun-temurun yang di wariskan sebelumnya. Hal ini seharusnya dipahami sebagai suatu hal yang wajar dan normal sehingga masyarakat bisa hidup berdampingan dengan segala perbedaan yang ada.
Namun sayangnya, masalah rasisme masih menjadi masalah klasik yang muncul di masyarakat. Tidak jarang, di beberapa negara dengan penduduk yang sangat beragam konflik rasisme masih berkembang. Masalah ini semakin diperburuk dengan berkembangnya stigma masyarakat yang menjadi mayoritas terhadap penduduk minoritas yang ada di negara tersebut.
Di mana kaum minoritas yang sering menjadi korban sikap rasisme mendapatkan berbagai macam ujaran kebencian yang menyakitkan. Dalam hal ini, terdapat berbagai bahaya sikap rasisme yang berpengaruh pada kesehatan mental korban. Ini menjadi hal penting yang perlu diketahui masyarakat agar bisa lebih bijak dalam melihat setiap perbedaan yang ada di masyarakat.
Dengan memberikan edukasi yang baik bagi masyarakat, dapat membantu meningkatkan kesadaran untuk saling bersikap toleran kepada sesama manusia. Sehingga masyarakat dapat hidup damai dan setara, tanpa ada pihak yang mendominasi dan pihak yang terpojokkan.
Melansir dari Medical News Today, berikut kami merangkum bahaya sikap rasisme pada kesehatan mental dan berbagai informasi penting lainnya yang perlu diketahui.
Bahaya Sikap Rasisme pada Kesehatan Mental

©Shutterstock.com/ra2studio
Seperti yang telah disebutkan, terdapat beberapa bahaya sikap rasisme pada kesehatan mental korban yang perlu diketahui. Dalam hal ini, sikap rasisme sering kali didapatkan oleh penduduk minoritas yang ada atau tinggal di suatu negara. Di mana penduduk minoritas kerap mendapatkan pandangan negatif hingga perlakuan tidak pantas yang seharusnya tidak dilakukan oleh siapapun, termasuk penduduk mayoritas.
Berikut beberapa bahaya sikap rasisme pada kesehatan mental korban yang dapat terjadi:
Beberapa dampak buruk tersebut dapat terjadi dalam berbagai cara. Misalnya, gejala kecemasan atau kegelisahan muncul setelah mendapatkan pengalaman rasis seperti ujaran kebencian. Dampak ini juga bisa terjadi sebagai akibat tidak langsung dari ketidaksetaraan yang lebih luas di masyarakat.
Berdasarkan penelitian pada tahun 2015, meskipun sikap rasisme dapat mempengaruhi kesehatan fisik korban, namun ditemukan bahwa dampak rasisme memiliki pengaruh dua kali lebih besar pada kesehatan mental. Dengan begitu, konflik ini harus segera diakhiri di masyarakat agar setiap manusia dapat hidup dengan damai dan setara.
Efek Jangka Pendek
Setelah mengetahui beberapa bahaya sikap rasisme pada kesehatan mental korban, ada pula beberapa efek jangka pendek yang dapat terjadi. Dalam hal ini, dapat dikatakan pengaruh buruk sikap rasisme pada kesehatan mental individu merupakan akibat dari respon stres. Pada kondisi stres, seseorang bisa mengalami berbagai macam gejala yang meliputi :
Secara umum, kondisi stres memang baik dan bermanfaat untuk perkembangan mental seseorang. Namun jika stres dialami secara berkepanjangan tentu akan menyebabkan kesehatan mental dan fisik yang menurun dan semakin buruk.
Hal ini juga bisa terjadi pada individu yang sering mengalami perilaku rasisme. Masyarakat sering kali tidak menyadari, bahwa sekecil apapun perkataan yang ditujukan untuk menyinggung ras tertentu dapat merusak kesehatan dan hidup seseorang.
Efek Jangka Panjang

© Pexels
Bahaya sikap rasisme pada kesehatan mental korban juga bisa terjadi dalam efek jangka panjang. Hal ini tidak lain berkaitan dengan kondisi stres kronis yang diderita secara berkepanjangan.
Kondisi stres akibat perlakuan rasis bisa menyebabkan trauma pada individu yang bisa memperburuk kesehatan mentalnya. Berikut beberapa gejala traumatis yang bisa terjadi:
Kebanyakan orang yang mengalami trauma akut merasa lebih baik seiring berjalannya waktu. Namun, trauma rasial lebih kompleks, karena ancaman diskriminasi terus berlanjut dan tidak pernah benar-benar berakhir.
Beberapa orang yang mengalami trauma rasial bahkan mungkin mengalami gejala yang mirip dengan PTSD, seperti:
Hal ini berdampak pada kualitas hidup seseorang dan dapat menyebabkan stres tambahan jika mereka merasa sulit untuk bekerja, kehilangan penghasilan, atau tidak dapat lagi bersekolah.
Hal yang Bisa Dilakukan Masyarakat
Setelah memahami bahwa terdapat berbagai macam bahaya sikap rasisme pada kesehatan mental korban, maka penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah sikap rasisme yang semakin luas. Dalam hal ini, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk berkontribusi dalam menghentikan praktik rasisme di masyarakat, yaitu sebagai berikut:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya