Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Angkat Potensi Wisata, Kopi Asal Gunung Muria Ini Bisa Hasilkan Tiga Rasa

Angkat Potensi Wisata, Kopi Asal Gunung Muria Ini Bisa Hasilkan Tiga Rasa Kopi Tiga Rasa Kudus. ©jatengprov.go.id

Merdeka.com - Di lereng Gunung Muria, Kudus, ada kopi yang cukup unik. Minuman kopi itu memiliki tiga rasa yang berbeda. Hal itu dikarenakan, di dekat perkebunan kopi, ada tiga sumber mata air yang masing-masing memiliki rasa yang berbeda. Ketika dicampurkan dengan larutan kopi, minuman itu akan memiliki rasa berbeda pula.

Keunikan itulah yang membuat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengunjungi lokasi mata air tersebut. Mata air itu bernama Air Tiga Rasa Jeneru yang berada di Desa Japan.

Dengan bersepeda, Hartopo tak hanya mengunjungi tempat itu, melainkan mencoba mencicipi kopi dan menikmati pemandangan alam nan asri di sana. Penasaran dengan kopi unik ini? Berikut selengkapnya:

Hasilkan Tiga Rasa yang Berbeda

Hartopo menjelaskan, mata air tiga rasa itu membuat kopi di sana memiliki rasa yang berbeda-beda. Kopi yang diramu dengan sumber mata air pertama memiliki rasa asam yang dominan, sedangkan kopi kedua memiliki rasa soda yang kuat. Dan, kopi ketiga memiliki rasa yang lembut.

kopi tiga rasa kudus

©jatengprov.go.id

“Ternyata, setelah kita bandingkan pakai air biasa memang beda. Kalau pakai air tiga rasa ada rasa asam yang dominan dengan sedikit rasa soda. Rasa kopinya masih terasa, cuma rasa asam dan soda lebih dominan. Selama ini, yang terkenal di sini kan air tiga rasa saja, maka kita coba inovasi lewat kolaborasi kopi dengan air tiga rasa,” ungkap Hartopo dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng pada Senin (26/10).

Angkat Potensi Wisata

Dalam kesempatan itu Hartopo menjelaskan bahwa air tiga rasa memiliki kombinasi rasa asam dan rasa soda. Karakter yang dihasilkannya juga berbeda-beda sesuai letak sumber air yang berada di Sendang Petilasan Rejenu. Hal inilah yang menurutnya bisa mengangkat wisata kuliner dan alam di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus.

kopi tiga rasa kudus

©jatengprov.go.id

“Harapan kami, di dalam pemberdayaan desa sebagai destinasi wisata ini harus selalu berkembang. Di samping membutuhkan kreativitas dan inovasi, memang harus ditunjang dengan perencanaan dan pengelolaan yang tepat,” kata Hartopo.

Potensi Buah di Desa Japan

Pada kesempatan itu, Hartopo juga menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan para pedagang buah di Desa Japan. Ternyata, buah-buahan yang dijual merupakan hasil perkebunan yang berasal dari desa setempat.

Ia mengatakan bahwa tempat itu sebenarnya memiliki potensi sebagai kawasan penghasil buah-buahan.

“Memang betul, dari buah-buahan ini diminati oleh wisatawan. Sehingga ke depan bisa lebih dikelola lagi, agar wisatawan dapat memetik sendiri dan hasilnya ditimbang dengan harga yang ditetapkan. Jadi, mereka para wisatawan merasa puas bisa memilih dan memetik buah sendiri,” imbuh Hartopo.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP