Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alami Ledakan Kasus, Begini Kondisi Terkini COVID-19 di Kudus

Alami Ledakan Kasus, Begini Kondisi Terkini COVID-19 di Kudus Masjid Menara Kudus. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus COVID-19 di Kudus terus melonjak. Pelonjakan itu terjadi karena klaster rumah tangga yang tersebar merata pada seluruh kecamatan di Kudus. Apalagi, banyak warga yang menyelenggarakan acara keluarga tanpa mematuhi protokol kesehatan.

Oleh karena itu, Bupati Kudus Hartopo meminta jajarannya untuk melakukan langkah konkrit. Salah satu dari bentuknya adalah penutupan akses utama dari luar daerah.

“Kami memang perlu melakukan langkah konkrit. Salah satunya dengan menutup akses masuk ke Kudus dan menyekat warga luar daerah untuk sementara tidak masuk ke Kudus terlebih dahulu,” kata Hartopo dikutip dari ANTARA pada Rabu (26/5).

Lalu seperti apa perkembangan kasus COVID-19 di Kudus sampai sejauh ini? Berikut selengkapnya:

Mencegah Kendaraan dari Luar Kota

vw kuning yang terobos penyekatan di klaten

©2021 Istimewa

Hartopo mengatakan, salah satu langkah konkrit yang dilakukan agar penyebaran COVID-19 tidak meluas adalah dengan membatasi akses keluar masuk bus dari luar kota. Bahkan yang dicegah bukan hanya bus wisata dari luar kota, namun juga bus mikro dan kendaraan pribadi.

Selain itu, Pemkab Kudus juga sudah menutup semua objek wisata untuk sementara waktu sambil menunggu perkembangan kasus COVID-19 di Kudus.

“Jika ada penurunan, maka aktivitas perekonomian akan normal kembali. Termasuk objek wisata di Kudus,” kata Hartopo dikutip dari ANTARA.

Lakukan Tes Cepat Antigen

tes swab antigen di terminal pulogebang

©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Selain melakukan penyekatan, pihak Pemkab Kudus bersama personel Satlantas Polres Kudus bersama tim gabungan dari TNI juga bekerja sama dengan tim medis untuk melakukan tes cepat antigen kepada pengendara.

Dari tes yang dilakukan, terdapat puluhan penumpang maupun sopir yang hendak menuju tempat wisata menjalani tes tersebut. Walaupun hasil tes menyatakan negatif, namun mereka diminta untuk memutar balik ke daerah asalnya.

Kapolres Kudus, AKBP Aditya Surya mengatakan, jumlah personel yang diterjunkan dalam penyekatan wisatawan tersebut berjumlah 70 orang. Rencananya, mereka akan bekerja mengawal penyekatan sambil menunggu hasil evaluasi terkait dengan kasus COVID-19 di Kudus menurun atau meningkat.

Perkembangan Kasus COVID-19 di Kudus

ilustrasi virus corona

©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Pada Rabu (26/5), Tim Satgas COVID-19 Kudus mencatat jumlah kasus aktif COVID-19 di Kudus mencapai 783 kasus dengan penambahan kasus positif baru di hari itu juga mencapai 89 kasus. Sehingga, tercatat sudah ada 6.693 kasus COVID-19 di Kudus sejak virus ini menyebar.

Jumlah kasus aktif itu melonjak ratusan persen dibandingkan beberapa minggu sebelumnya. Padahal pada 14 Mei 2021 kemarin, jumlah kasus aktif masih di angka 137 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Badai Ismoyo mengatakan, dari total 783 kasus aktif itu, 261 kasus di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit, sementara 552 kasus lainnya menjalani perawatan secara mandiri. Sementara itu, jumlah kasus kematiannya juga meningkat hingga berjumlah 586 kasus per Rabu (26/5).

Penambahan Jumlah Tempat Tidur

ilustrasi corona

©2020 Merdeka.com

Dengan adanya lonjakan kasus tersebut, seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten Kudus diminta untuk menambah jumlah tempat tidur isolasi dan TT ICU isolasi. Pemkab Kudus sendiri juga sudah menyiapkan rumah sakit darurat dengan kapasitas 400 tempat tidur yang diperuntukkan bagi pasien bergejala ringan.

Sementara itu penyelenggaraan acara hajatan juga dilarang demi menekan angka kasus agar cepat turun. Usaha kuliner juga diminta turut mendukung pembatasan kegiatan itu dengan hanya melayani pembelian dibawa pulang dan tidak boleh makan di tempat demi menghindari kerumunan.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP