Akan Kembali Dibuka, Begini Simulasi Borobudur Terapkan Normal Baru
Merdeka.com - Menyambut era normal baru, sejumlah tempat wisata bersiap kembali untuk dibuka. Salah satunya obyek wisata Candi Borobudur. Pengelola tempat wisata Borobudur, melakukan simulasi penerapan normal baru untuk memastikan semua protokol kesehatan bagi pengunjung dapat diterapkan dengan baik.
"Hari ini kita melihat simulasi guna menyiapkan Candi Borobudur untuk dibuka bagi umum, tetapi jangan berpikir dibukanya untuk umum terus bareng-bareng itu tidak, kita akan mencoba secara bertahap kapasitasnya nanti dari pengelola akan menghitung satu per satu," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dikutip dari ANTARA pada Rabu (10/6).
Harus Hati-Hati

©2020 Merdeka.com
Dalam kesempatan kembali mengunjungi Candi Borobudur, Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya melakukan pengecekan secara rinci. Dengan adanya pengecekan itu, Ganjar berharap pengunjung yang datang ke Borobudur merasa nyaman namun tetap bisa menjalankan protokol kesehatan dengan baik.
“Mudah-mudahan ini nantinya akan memberikan satu obat rindu kepada mereka yang ingin piknik di Candi Borobudur. Namun kehati-hatian perlu kita lakukan," katanya.
Sudah Mendapat Keluhan

©2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman
Ganjar menyampaikan pihaknya sudah mendapatkan keluhan dari para wisatawan yang mau berwisata sendiri mengeluh karena sudah kelamaan di rumah. Mereka merasa tidak puas hanya dengan menonton video. Sementara itu para pemandu wisata sekarang menganggur semua, lalu penyedia transportasi pariwisata juga mengeluh.
Dengan langkah-langkah yang disiapkan oleh PT TWC ini, Ganjar berharap pariwisata khususnya yang ada di Candi Borobudur betul-betul siap.
Tidak Bisa Menerima Wisatawan dalam Kapasitas Besar

©2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman
Ketika sudah dibuka nanti, Borobudur tidak akan menampung wisatawan dengan kapasitas yang besar. Menurut Ganjar, hal itu penting untuk dilakukan agar SOP protokol kesehatan dapat berjalan dengan baik.
"Mohon maaf apabila nanti belum bisa membuka dalam kapasitas besar, tetapi kita akan coba dari awal agar bisa menyiapkan SOP atau protokol kesehatan yang baik, aman. Tapi diusahakan siapa pun yang ingin berwisata mendapatkan sebuah kebahagiaan, kenyamanan dan tidak ada potensi penularan virus," kata Ganjar.
Pengunjung Dibatasi 50 Persen

©2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman
Dirut PT TWC Edy Setijono mengatakan dalam tahapan awal normal baru ini akan ada pembatasan-pembatasan, yaitu maksimal kunjungan 50 persen dari kunjungan hari normal sekitar 7.000 orang. Namun, pembatasan itu dilakukan secara bertahap.
"Nantinya kita tidak mulai dari 50 persen. Mungkin kita mulai dari 20 persen, selanjutnya 30 persen, dan seterusnya. Kita harus uji coba betul, artinya protokolnya bisa berjalan dengan baik, karena fokusnya adalah pengamanan kesehatan," kata Edy.
Pengunjung yang Melanggar Protokol Disuruh Putar Balik

©2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman
Edy menambahkan tugas PT TWC adalah menyiapkan protokolnya, sementara itu Gubernur Jateng dan Bupati Magelang selaku Ketua Gugus Provinsi Jateng dan Ketua Gugus Kabupaten Magelang yang melakukan evaluasi. Nanti kalau sudah sesuai merekalah yang akan mengeluarkan izin.
"Kewajiban pengunjung intinya harus menaati protokol kesehatan, kalau tidak menaati protokol kami persilakan untuk putar balik. Jadi kita meminta untuk menaati karena ini untuk kepentingan kita semua," kata Edy dikutip dari ANTARA pada Rabu (10/6).
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya