Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Cara Menabung yang Baik, Pisahkan Rekening Transaksi dengan Tabungan

7 Cara Menabung yang Baik, Pisahkan Rekening Transaksi dengan Tabungan Ilustrasi menabung. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/studioVin

Merdeka.com - Menabung merupakan suatu kebiasaan baik yang perlu diterapkan oleh setiap orang. Bukan tanpa alasan, dengan menabung Anda bisa mempunyai cadangan keuangan yang bisa dipakai sewaktu-waktu jika membutuhkan. Misalnya ketika Anda mendapatkan biaya tidak terduga akibat mobil atau kendaraan pribadi yang rusak dan harus segera diperbaiki.

Bukan hanya digunakan untuk keperluan-keperluan mendadak, Anda juga bisa menabung untuk mencapai tujuan tertentu. Seperti ketika Anda berencana menabung untuk tujuan liburan akhir tahun bersama keluarga atau teman. Atau bisa juga menabung untuk tujuan persiapan biaya pernikahan atau pendidikan anak kelak kemudian hari.

Dengan begitu menabung menjadi salah satu cara untuk mengontrol dan memanajemen keuangan dengan baik. Sehingga penghasilan yang didapatkan setiap bulan dapat dialokasikan dengan baik dan tidak boros. Meskipun begitu, namun tidak sedikit orang yang merasa kesulitan untuk menabung.

Kondisi sulit menabung ini bisa dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Paling umum adalah ketika Anda tidak bisa merencanakan atau menganggarkan keuangan dengan baik. Terlebih lagi ketika menerapkan gaya hidup konsumtif yang sering membeli berbagai barang secara online. Dengan begitu, Anda perlu mengetahui bagaimana cara menabung dengan baik dan efektif.

Dilansir dari situs Budget Direct, berikut kami merangkum beberapa cara menabung dengan baik dan efektif yang perlu Anda lakukan.

Buat Anggaran

013 tantri setyorini

©2018 Merdeka.com/Pixabay

Cara menabung yang baik pertama bisa dilakukan dengan membuat anggaran. Membuat anggaran menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan tabungan sepanjang tahun. Dengan memeriksa laporan kartu kredit, tagihan, laporan dan tanda terima bank, Anda dapat menghitung semua pengeluaran rutin Anda, seperti sewa atau pinjaman rumah, transportasi, asuransi, dan listrik.

Setelah itu, Anda bisa menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk membayar keperluan-keperluan tersebut. Saat menyusun prioritas kebutuhan, pikirkan barang mana yang menjadi keperluan dasar dan mana yang termasuk keperluan ekstra. Dengan begitu, Anda bisa memberikan fokus terlebih dahulu pada kebutuhan dasar untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Lacak Pengeluaran

Cara menabung yang baik berikutnya adalah dengan melacak pengeluaran yang telah dilakukan. Sebaiknya Anda mencatat atau menyimpan bukti pengeluaran yang dilakukan sehari-hari. Baik itu pengeluaran besar maupun pengeluaran untuk hal-hal kecil.

Anda juga bisa memperhatikan laporan mutasi bank yang akan menunjukkan berapa banyak uang yang masuk ke rekening dan berapa banyak yang keluar. Kemudian Anda bisa membandingkannya dengan anggaran yang telah dibuat untuk melihat apakah Anda mematuhinya atau tidak.

Lunasi Kartu Kredit

ilustrasi kartu kredit

©©Shutterstock.com/ Dmitriy Shironosov

Cara menabung yang baik dan efektif berikutnya dilakukan dengan melunasi kartu kredit. Jika Anda menggunakan layanan kartu kredit, usahakan untuk membayar secara penuh dan tepat waktu. Hal ini dilakukan untuk menghindari biaya bunga dan denda keterlambatan yang harus dibayarkan.

Dengan begitu, penggunaan kartu kredit dalam kehidupan sehari-hari dapat terkontrol dengan baik. Anda juga bisa terhindar dari berbagai beban biaya tambahan yang sebenarnya tidak perlu.

Buka Rekening Tabungan

Cara menabung yang baik dan efektif selanjutnya yaitu dengan membuka rekening tabungan secara terpisah. Anda perlu memisahkan rekening transaksi yang biasa digunakan sehari-hari dengan rekening tabungan. Jika tidak, maka Anda bisa saja menggunakan uang tabungan tanpa dasar karena tidak mengetahui secara pasti nominal uang yang ditabung dan uang untuk keperluan transaksi.

Untuk membuat rekening secara terpisah, Anda bisa memilih rekening tabungan secara khusus. Biasanya rekening untuk tabungan bisa memberi bunga lebih tinggi dibandingkan rekening biasa.

Anda juga bisa melakukan transfer sisa biaya pengeluaran setiap bulan secara otomatis dan terjadwal dari rekening utama. Dengan begitu, rekening tabungan Anda akan terisi dengan rutin dan bisa mencegah Anda berbelanja secara impulsif.

Hindari Sikap Impulsif

ilustrasi belanja online

©Pixabay/justynafaliszek

Menghindari sikap impulsif termasuk salah satu cara menabung yang baik yang perlu dilakukan. Sikap ini dinilai terus meningkat di masyarakat terutama ketika toko belanja online saat ini menawarkan berbagai macam kemudahan. Dengan begitu, usahakan untuk tidak mudah tergoda dengan berbagai barang yang dilihat dari online shop maupun offline shop.

Cara paling tepat untuk mengontrol sikap impulsive adalah dengan menunggu. Ketika Anda ingin membeli baju yang baru saja dilihat di toko online, tunggu minimal satu hari sebelum membelinya.

Sedangkan ketika Anda menginginkan pembelian barang yang lebih besar, tunggu 30 hari sebelum membelinya. Hal ini bisa memberikan kesempatan Anda untuk berpikir ulang apakah benar-benar membutuhkan dan harus membeli barang tersebut.

Tetapkan Tujuan Tabungan

Cara menabung yang baik dan efektif selanjutnya bisa dengan menetapkan tujuan tabungan. Tetapkan tujuan yang jelas saat Anda berencana untuk menabung. Apakah untuk tujuan liburan akhir tahun, biaya pernikahan, atau tabungan untuk pendidikan anak.

Selain itu, Anda bisa menentukan berapa lama waktu menabung yang direncanakan beserta besaran nominal uang yang akan ditabung setiap bulannya. Dengan begitu, rencana tabungan akan lebih jelas dan terstruktur sehingga dapat berjalan dengan lebih baik.

Hindari Mental Kemiskinan

ilustrasi uang receh

©2019 Merdeka.com/Azzura Zurae

Cara menabung yang baik dan efektif terakhir namun tidak kalah penting yaitu dengan menghindari mental kemiskinan. Selama proses menabung, Anda memang disarankan untuk bersikap hemat, tidak boros, dan tidak impulsif. Namun tidak perlu juga bersikap terlalu hemat. Sikap terlalu hemat dengan membatasi setiap pengeluaran secara maksimal justru dapat memberikan tekanan pada diri sendiri.

Pastikan untuk tetap berfokus pada anggaran pengeluaran yang telah direncanakan, dan tidak perlu memotong setiap anggaran. Jika terlalu berhemat, Anda akan mendapatkan mental kemiskinan yang akan merugikan diri sendiri. Strategi untuk finansial terbaik adalah dengan bekerja secara produktif untuk mendapatkan penghasilan, menabung secara rutin, dan melakukan investasi.

(mdk/ayi)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP