Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

25 Calon Dokter Spesialis UNS Positif COVID-19, Ini 3 Faktanya

25 Calon Dokter Spesialis UNS Positif COVID-19, Ini 3 Faktanya positif corona. ©2020 REUTERS

Merdeka.com - Kasus COVID-19 di Indonesia terus bertambah. Begitu pula yang terjadi di Solo.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Universitas Sebelas Maret (UNS), Tonang Dwi Adyanto mengatakan sebanyak 25 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) UNS dinyatakan positif COVID-19. Para mahasiswa tersebut bertugas sebagai dokter residen di RSUD Moewardi.

Setelah dinyatakan positif COVID-19. Mereka menjalani isolasi di RS UNS. Berikut selengkapnya:

Hanya Gejala Ringan

pasien covid 19 meninggal akibat penggumpalan darah ternyata hoax cek faktanya yuk

©Shutterstock

Menurut Tonang, 25 mahasiswa UNS itu dinyatakan positif dari hasil tes swab yang telah mereka lakukan. Namun semua dari mereka berada dalam kondisi baik.

Sebagian hanya merasakan gejala ringan, dan sebagian lagi tidak merasakan gejala sama sekali alias OTG.

Dari kasus itu, Tonang berharap tidak ada lagi mahasiswa yang dinyatakan COVID-19 mengingat jumlah mahasiswa yang tengah menjalani PPDS ada 800 orang.

“Harapan kami tidak bertambah. Tapi kami tidak bisa memastikan apakan nanti jumlahnya bisa bertambah atau tidak,” terang Tonang dikutip dari Liputan6.com pada Senin (13/7).

Rumah Sakit Rawan Penularan

rsud moewardi

©rsud moewardi

Dari hasil itu, pihak kampus kemudian melakukan hasil tracing terhadap 25 mahasiswa itu. Tonang mengakui kalau rumah sakit menjadi tempat yang rawan penularan COVID-19. Walau begitu, pihaknya membantah kalau rumah sakit tidak serius dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Kalau di rumah sakit kan risikonya memang begitu. Kami sudah memisahkan jalur COVID-19 dengan jalur non COVID-19. Tapi ketika ternyata bertemu orang yang awalnya tidak COVID-19, ternyata iya,” kata Tonang.

Perkembangan Kasus COVID-19 di Solo

Per Minggu (12/7), Kota Solo mengalami penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 18 orang. penambahan ini merupakan yang terbanyak usai penetapan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 13 Maret 2020.

Sebelumnya kasus penambahan COVID-19 di kota itu hanya sebanyak satu digit. Dengan demikian, jumlah total kasus COVID-19 di kota itu adalah sebanyak 63 orang.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP