Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Yasonna Laoly sebut Indonesia belum ramah Hak Asasi Manusia

Yasonna Laoly sebut Indonesia belum ramah Hak Asasi Manusia Menkumham Yasonna H Laoly. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly mengatakan Indonesia masih dipenuhi kota-kota yang tidak ramah terhadap Ham Asasi Manusia (HAM). Salah satu indikatornya adalah, belum maksimalnya fasilitas bagi penyandang difabel dan lansia (lanjut usia).

Padahal, lanjut Yasonna, salah satu syarat kota ramah HAM yaitu sebuah kota harus menyediakan fasilitas memadai bagi penyandang difabel dan lansia. Dan itu belum ada di dalam negeri.

"Sekarang sedang dirancang undang-undang bagi penyandang disabilitas. Jika dilaksanakan UU-nya, kalau itu sudah jalan, akses penyandang disabilitas, lansia, ini semua akan kita lakukan," kata Yasonna saat berbicara dalam Konfrensi Nasional Kabupaten/Kota HAM 2015, Jakarta, Rabu (25/11).

Nantinya, lanjut Yasonna, penerapan kota yang ramah HAM harus dimulai dari daerah. Kedepannya, Kemenkum HAM akan memiliki ukuran kota ramah HAM.

"Kita sekarang rangkaikan dengan MDG. Tidak hanya yang tidak bisa diukur. Kita harus punya ukuran," ujarnya.

Dia menambahkan, pada peringatan Hari HAM sedunia yang diselenggarakan pada 10 Desember nanti, Kemenkum HAM akan melaporkan gerakan Kota Ramah HAM kepada Presiden Joko Widodo. Ia berharap, Presiden bisa datang pada peringatan Hari HAM Sedunia yang rencananya akan diselenggarakan di Istana Negara.

"Semuanya nanti dalam pembicaraan kita kepada presiden akan melapor kepada bapak presiden di dalam acara peringatan hari HAM sedunia, 10 Desember nanti," tandasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP