Warga tolak MRT di jalur layang Lebak Bulus-Sisingamangaraja
Merdeka.com - Beberapa kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mulai ditentang sebagian warga Jakarta. Setelah program lelang jabatan mendapatkan kritik, kali ini giliran program MRT (Mass Rapid Transit) yang ditentang.
Penolakan MRT datang dari warga Jakarta Selatan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli MRT. Mereka menggelar aksi pada Senin (15/4) siang.
Koordinator Aksi, Robert mengatakan pihaknya mempertanyakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang menurutnya tidak transparan.
"Jokowi, janji Jakarta baru transparansinya mana? Kalo you bilang ada, keluarkan dong Amdal yang di keluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup," terangnya.
Robert mengatakan, menurutnya Amdal yang ada sekarang ini sudah sejak 2005. "Sedangkan Amdal hanya berlaku tiga tahun kemudian harus dibuat Amdal yang baru dan sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.17 tahun 2012 kajian harus melibatkan warga yang terkena dampak," terangnya.
Massa memenuhi Pasar Cipete dan Pasar Blok A, Fatmawati, Jakarta Selatan, menentang pembangunan MRT apabila Pemprov DKI Jakarta tetap memaksakan pembangunan jalur Layang di sepanjang rute Lebak Bulus-Sisingamangaraja.
Kendati demikian, Robert menolak jika dia disebut sebagai menghambat pembangunan.
"Kita gak menentang, pas Pilkada orang kita pendukung Jokowi kok. Dua puluh ribu video Jokowi saya sebarin di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Cilandak, Fatwamawi, Lebak Bulus, Pondok Labu," ucapnya lagi.
"Kita cuma minta MRT dibangun subway, tidak elevated. Bagaimana nasib bangunan Pasar Blok A yang ada pedagang sekitar 700-800 orang ini. Mereka terancam di gusur. Gimana kalau tiba-tiba ada buldoser," terangnya. (mdk/mtf)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya