Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Kp Pulo tolak digusur, Ahok bilang 'ini udah seperti sinetron'

Warga Kp Pulo tolak digusur, Ahok bilang 'ini udah seperti sinetron' Basuki Tjahaja Purnama. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan rengekan warga Kampung Pulo yang akan direlokasi mirip kisah sinetron. Mereka keberatan dipindahkan ke rusunawa dan enggan membayar iuran Rp 10 ribu per hari.

"Sekarang begini, kita udah tahu ini banjir, ini udah seperti sinetron, kita bilang harus pindah. Mereka bilang enggak mau pindah jangan jauh-jauh. Maunya deket sini, warga bilang, kalau ada rusun deket sini kami mau. Ya udah, kita korbanin gedung teknisnya Sudin Pekerjaan Umum (PU), jadilah rusun sekarang," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/8).

Menurutnya, iuran Rp 10 ribu per hari tersebut bakal digunakan untuk perawatan rusunawa. Pemprov DKI juga mensubsidi hingga 80 persen untuk biaya perawatan.

"Ini 10 ribu per hari dia pakai pulsa HP lebih mahal. Kami subsidi 80 persen, mana ada di Jakarta. Kalau di apartemen mahal pun kamu bayar uang lingkungan enggak? Bayar per meter sejutaan sebulan. Anda beli dan sewa ini tidak beli tidak sewa. Anda hanya tinggal di sana biaya perawatan keamanan kebersihan semua Rp 10 ribu sehari. Kamu dagang bayar preman aja Rp 60 ribu sehari," tutur dia.

"Kalau betul dia enggak ada uang saya masukin ke panti ditanggung makan Rp 28 ribu sehari. Yang ngaku enggak bisa bayar Rp 10 ribu per hari, saya masukin ke panti. Duduk saja di situ kerjaannya cuma ngipas-ngipas dapat Rp 28 ribu sehari," tambahnya.

Lebih jauh, Ahok berjanji akan memperketat kepemilikan rusun, karena sebelumnya banyak dijual ke pihak lain. Setiap warga yang mendapat jatah rusunawa bakal dimintai Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Rusun kalau dijual beberapa tahun kemudian harganya udah kayak apartemen. Kalau dijual saya kira Rp 400 juta. Lalu kita mulai pengundian yang ambil kunci langsung 429 orang pertama. Saya berpikir mungkin mereka pikir dapat rusun bisa jual. Makanya semua mau, sekarang sistemnya saya sudah ubah. Masuk rusun langsung dapat kunci tukar KTP kamu alamat unit rusun, langsung kamu dibuatin ATM DKI," paparnya.

"Jadi enggak bisa dijual. Yang ambil kunci tinggal 227 waktu itu, yang lain enggak mau. Kalau saya mau nakal, saya enggak usah pindahkan KTP dulu. Masuk dulu aja kayak Rusun Marunda langsung jual. Pas kita datang yang masuk udah bukan asli warga Kampung Pulo. Makanya saya enggak mau dan enggak mau toleransi lagi," bebernya.

Masih kata Ahok, melihat semakin banyak bangunan liar di bantaran Kali Ciliwung maka penggusuran dilakukan hari ini. Hal itu juga untuk mencegah terjadinya banjir tiap tahun akibat penyempitan sungai.

"Dia minta tunda, tunda sampai kapan? Nanti banjir panggil wartawan bilang belum dapat nasi atau apa lah," pungkasnya.

(mdk/efd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP