Warga kolong tol Pluit kaget diberi waktu 24 jam untuk pindah
Merdeka.com - Setelah pembongkaran bangunan di Jalan Kepanduan II kawasan Kalijodo, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga merencanakan membongkar bangunan yang berada di bawah kolong tol Pluit yang berada di Jalan Kepanduan I.
Dua janda kakak beradik Tarmi dan Riana yang tinggal di bawah kolong tersebut merasa syok dengan pemberitahuan mendadak tentang penggusuran.
"Kemarin saya lagi lihat penggusuran yang di depan (Kalijodo), eh diteriakin sama dia (Riana) dapet surat. Saya minta bacain anak saya. Isinya penggusuran dikasih waktu 24 jam," ujar Tarmi dengan mata berkaca-kaca di depan gubuk tripleknya, Selasa (1/3).
Gubuk berukuran 3x3 meter tersebut selain dihuni oleh Tarmi dan Riana juga dihuni oleh anak serta cucunya yang berjumlah empat orang. Riana yang merupakan buruh di pabrik sandal yang berada di Kapuk merasa kecewa dengan rencana penggusuran itu.

Warga kolong tol Pluit ©2016 Merdeka.com/etika
"Saya bingung mau ke mana. Dikasih tahunya mendadak banget. Gimana caranya nyari kontrakan sehari. Saya numpang dulu akhirnya ke rumah saudara di Kapuk," papar.
Tarmi dan Riana mengaku setiap bulannya membayar uang tagihan listrik sebesar 100 ribu rupiah kepada pengurus. Namun dia sendiri tidak tahu siapa nama pengurus tersebut.
Anak pertama Riana sudah diberangkatkan ke kampung halaman di Comal Pemalang. Ia sendiri akan tetap berada di Jakarta lantaran di kampungnya tidak ada pekerjaan yang pasti.
Sebelumnya, Camat Penjaringan Jakarta Utara Abdul Khalit memgatakan akan menertibkan bangunan yang berada di bawah kolong jalan layang tol Pluit.
"Perlakuan di kolong tol berbeda, karena di sini sudah pernah digusur, jadi kita kasih imbauan saja kemarin sore. Secepatnya warga harus pindah, Kamis harus clear semua," ujar Camat Penjaringan Abdul Khalit di Jalan Kepanduan I, Selasa (1/3).
Selain itu Wakil Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko memaparkan bahwa pihaknya sudah mengerahkan personel untuk menertibkan wilayah tersebut.
"Ini tanahnya Kementerian PU, yang mengelola ya operator pengelola tol. Kita Menerjunkan 500 personel, Truk 20 untuk bantu pindahan warga, kalau masih kurang kita bantu lagi untuk pindahan ke tempat tujuan," ujar Wakasatpol PP DKI Jakarta di tempat yang sama.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya