Warga kolong Tol Penjaringan demo Ahok minta penggusuran dibatalkan
Merdeka.com - Puluhan warga penghuni kolong Tol Ir. Wiyoto Wiyono Penjaringan, Jakarta Utara menggeruduk kantor Gubernur Basuki Tjahja Purnama di Balai Kota. Para pendemo menuntut agar Basuki membatalkan rencana penggusuran di lokasi tempat mereka tinggal.
Aksi ke Balai Kota ini berawal dari tantangan Basuki atau akrab disapa Ahok yang meminta mereka menggelar aksi di kantornya, bukan di rumah Ahok di kawasan Pantai Mutiara, Pluit, Minggu (13/3) kemarin. Ratusan warga hendak menggelar aksi di rumah Ahok namun dihadang polisi.
Dalam orasinya, Sekretaris Wilayah Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Rio Ayudhia Putra menilai adanya konspirasi antara pengusaha dan Pemprov DKI.
"Ada konspirasi busuk pengusaha jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono dengan Pemprov DKI yang mengedepankan komersialisasi ketimbang hak-hak warga miskin untuk hidup di ibu kota," ujar Rio di lokasi, Rabu (16/3).
Pantauan merdeka.com, massa aksi terlihat membawa kardus-kardus bertuliskan 'Gubernur Ahok, pembunuh rakyat miskin, tak pantas pimpin Jakarta' sambil berorasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
Ahok sendiri sudah memberikan tanggapan terkait aksi warga ini. Dia mengatakan aksi warga ini sebelumnya dilakukan di rumahnya namun Ahok meminta agar warga tidak boleh menggelar aksi di kediamannya, tapi datang saja ke kantor.
"Mereka minggu aksi di rumah saya, saya bilang aksi saja ke kantor saya. Jangan di rumah saya," kata Ahok kepada wartawan.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya