Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Kampung Pulo ngaku mau dialog, tapi polisi malah datang ribuan

Warga Kampung Pulo ngaku mau dialog, tapi polisi malah datang ribuan Warga Kampung Pulo bentrok dengan Satpol PP. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ratusan warga Kampung Pulo tak terima rumah digusur. Alhasil penertiban rumah kumuh di sana berujung ricuh.

Ahmad Halili, warga RT 3/RW 6 Kampung Pulo, mengatakan kericuhan itu terjadi secara spontan. Awalnya dia mendampingi para warga untuk berkomunikasi dengan aparat keamanan. Namun tiba-tiba kerusuhan pecah.

"Saya tadi di tengah antara warga dan kepolisian. Tapi tiba-tiba rusuh. Saya seumur hidup baru kali ini kena gas air mata," kata Ahmad di Kampung Pulo, Jatinegara Barat, Jakarta, Kamis (20/8).

Ahmad mengakui bahwa sebenarnya warga ingin berkomunikasi secara baik-baik, namun aparat kepolisian, Satpol PP, dan TNI-AD datang ribuan.

"Harusnya baik-baik lah, nah kalau ini aparat sekian, ya jelas perang lah. Padahal apasih kekuatan warga? Warga hanya punya Rt dan tokoh masyarakatnya untuk dialog," pungkasnya.

Sejauh ini menurut Ahmad, warga akan menempuh jalur hukum. Sebab warga tetap bersikukuh ingin mendapat ganti rugi.

"Karena belum ada yang memuaskan pada warga. Artinya begini warga minta ganti rugi, keputusannya ternyata enggak ada. Warga Rt 3 akhirnya menempuh jalur hukum. Kita akan bertahan di jalur hukum. Kami akan nuntut ke pengadilan. Ya sesuai Pergub 190 yang bersertifikat menerima. Yang tidak bersertifikat asal ada 5 tahun tinggal bakal diganti," tuturnya.

Ahmad juga menanyakan mengapa dasar pembongkaran hanya karena tidak punya sertifikat.‎

‎"Maksudnya intinya mereka perlu dimaklumi untuk ikhlas 100 persen tidak bisa. Ada orang yang rumahnya sudah puluhan tahun. Ini kan rumah penuh suka duka," terangnya.

Menurut Ahmad, harusnya dipikirkan terlebih dahulu apa resikonya jika warga digusur. Apalagi penggusuran tersebut tanpa ganti rugi. Padahal masih banyak juga warga yang sebelumnya punya lapak jualan tapi akan susah jika direlokasi ke rumah susun.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, saat ini di lokasi situasi sudah kondusif. Dir Krimum Polda Metro, Kombes Krishna Murti sudah datang dan langsung olah TKP. Telah didatangkan 1 alat berat bego, sebagai pengganti bagi yang sebelumnya dibakar warga.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP