Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Jakarta Sakit Dilarang Datang Pengambilan Bansos Tunai

Warga Jakarta Sakit Dilarang Datang Pengambilan Bansos Tunai Penyaluran bansos tunai Rp300 ribu di Kenari. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta, Irmansyah menyatakan, pihaknya akan menggunakan ratusan sekolah di Ibu Kota untuk penyaluran bantuan sosial tunai (BST). Untuk itu, masyarakat diimbau dapat hadir berdasarkan undangan penjadwalan yang telah diberikan.

"Penyaluran distribusi BST menggunakan total 814 titik sekolah yang tersebar di enam wilayah kota/kabupaten administrasi, dengan 160 titik sekolah yang digunakan setiap hari untuk penyaluran," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/1).

Dia juga meminta agar masyarakat tidak memaksakan diri datang ke lokasi bila bukan penjadwalannya. Selain itu, masyarakat yang sakit dilarang datang juga ke lokasi.

Lanjutnya, pada saat pengambilan bantuan, penerima BST perlu membawa undangan distribusi, KTP (asli dan salinannya), dan Kartu Keluarga (KK) asli maupun salinannya.

"Bagi penerima BST yang sedang sakit, tidak perlu memaksakan untuk datang karena bisa menggunakan surat kuasa kepada ahli waris maupun kerabat terdekat. Atau bisa juga hadir saat kondisi sudah sehat pada jadwal undangan berikutnya dari Bank DKI," terangnya.

Sementara itu, Irmansyah mengatakan pendistribusian bantuan sosial tunai (BST) untuk warga terdampak Covid-19 telah dimulai sejak Selasa (12/1). Untuk program BST tersebut per kepala keluarga akan mendapatkan bantuan selama empat bulan, yakni mulai Januari hingga April 2021.

"Kota Administrasi Jakarta Timur menjadi wilayah pertama yang mendapatkan BST," tutupnya.

Reporter: Ika DefiantiSumber: Liputan6.com

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP