Warga bantaran Kali Ciliwung kecewa kondisi Rusunawa Komarudin
Merdeka.com - Sebagian warga bantaran kali Ciliwung yang terdampak banjir direlokasi dan diminta menempati rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Komarudin, Penggilingan, Cakung. Untuk hari ini, ratusan warga Kebon Kosong, Kemayoran, sudah mulai menempati rusun yang terdiri dari 6 blok tersebut.
Sekitar 142 kepala keluarga terlihat sudah mengisi setiap unit rusun yang disediakan dengan barang-barang perabotan rumah tangga milik mereka. Rianto (31), warga RT 13 RW 9 kelurahan Kebon Kosong, yang menempati unit di Blok D mengeluhkan atas fasilitas yang ada di dalam rusun.
"Kami pikir tadi rusunnya sama seperti Rusun Marunda, tapi ternyata di sini rusun belum bagus. Bahkan kemarin kami tinjau genangan air di mana-mana," katanya saat ditemui merdeka.com, Rabu (12/2).
Selain itu ia juga sempat mengeluhkan, kondisi unit yang dihuninya dinilai tidak layak untuk ditempati. Hal itu terlihat dari lantai kamar yang hanya dilapisi semen saja.
"Lantai aja sudah retak-retak, karena terbuat dari semen. Banyak tembok yang berlumut. Kemarin janjinya rusun sudah bagus, nyatanya seperti ini," keluhnya.
Selain Rianto, warga Kebon Kosong lainnya, Iin (54) yang menempati blok E, juga sempat mengeluhkan kondisi unit hunian yang ditempatinya.
"Pintu tidak bisa dikunci, lampu tidak menyala, kamar mandi bocor, ada rembesan ke bawah. Gimana kita bisa nyaman," ucapnya.
Pantauan merdeka.com, Rusun Komarudin, yang berada di kawasan Cakung ini, memang terlihat seperti tidak terurus. Cat tembok yang terlihat luntur dan berlumut ini menjadi pemandangan tidak sedap di mata penghuni.
Selain itu banyak juga coretan tembok di setiap blok rusunawa tersebut. Genangan air, yang disebabkan saluran tidak berfungsi membuat para penghuni khawatir akan menjadi sumber penyakit.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya