Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wali kota Jakut sebut Daeng Aziz intimidasi warga agar bertahan

Wali kota Jakut sebut Daeng Aziz intimidasi warga agar bertahan Daeng Aziz. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merelokasi warga Kalijodo, Jakarta Utara mengalami kendala. Kendala yang dimaksud adalah adanya tindakan intimidasi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat Daeng Aziz.

Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi mengatakan intimidasi yang dilakukan Daeng Aziz adalah dengan melarang RT/RW serta warga setempat untuk memberikan informasi kepada Pemprov DKI.

"Mereka diintimidasi oleh Daeng Aziz, bahkan RT kita saja di lokasi sudah tidak berani menyampaikan informasi karena ketakutan," kata Rustam di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (18/2).

Daeng Aziz, kata Rustam, juga meminta kepada warga setempat untuk terus melakukan perlawanan kepada pihak yang ingin melakukan penertiban. Tak hanya itu, warga yang telah berkenan mau direlokasi ke rusun juga tak luput dari ancaman.

Dari data yang dihimpun, saat ini sudah ada 24 warga yang mau mendaftar, namun karena mendapat ancaman, 14 orang mencabut pendaftarannya.

"Malahan kemarin yang daftar ke kita untuk relokasi rusun mencabut kembali pendaftarannya karena takut oleh Daeng Aziz. Sampai kemarin sudah ada 24 orang, sekarang tinggal 10 orang. 14 Orang mencabut pendaftarannya," tandasnya.

Meski begitu, Rustam mengatakan sejak dikeluarkan surat peringatan 1, hari ini sudah banyak warga yang melakukan pembongkaran permukiman mereka sendiri.

"Tapi banyak yang mulai mau direlokasi karena mereka tahu sekarang kita serius bongkar. Awalnya mereka pikir kemarin kan kita cuma imbauan. Begitu SP 1 baru mikir mereka," pungkasnya. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP