Wagub DKI: Vaksin Booster di Jakarta Capai 200 Ribu Orang
Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan vaksinasi ketiga Covid-19 atau booster terus digencarkan secara masif. Dia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir untuk kesiapan fasilitas hingga dukungan tenaga kesehatan.
"Boosternya sudah 296.486, tentu nanti kita upayakan, selain tempat-tempat yang sudah ada akan kita lakukan peningkatan, kita sambil menunggu ketersediaan vaksin booster nanti kita menyesuaikan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (24/1) malam.
Politikus Gerindra itu menyatakan saat vaksinasi dosis pertama dan kedua Pemprov DKI dapat memberikan kepada ratusan masyarakat dalam setiap harinya.
"Ketika vaksin 1 dan 2 sehari 100 ribu, 150 ribu bahkan sampai 200 ribu, kita bisa," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyatakan untuk kasus varian baru Covid-19 atau Omicron di Jakarta terus mengalami peningkatan. Kaya dia, di Jakarta kasus tersebut sudah mencapai 1.584 orang pada Senin (24/1/2022).
"Dari 1.584 orang yang terinfeksi, sebanyak 1.058 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 526 lainnya adalah transmisi lokal," ucapnya.
Lalu untuk kasus positif Covid-19 harian juga terus alami peningkatan. Yakni sebanyak 1.993 orang dengan total 881.300 kasus.
Dwi menyatakan hal tersebut menyebabkan kasus aktif juga mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 1.431 kasus.
"Sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 10.488 (orang yang masih dirawat/isolasi). Perlu digarisbawahi bahwa 8.762 orang dari jumlah kasus aktif atau 83,6 persen merupakan transmisi lokal, sedangkan sisanya adalah pelaku perjalanan luar negeri," ujar dia.
Selain itu, untuk jumlah total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 857.215 dengan tingkat kesembuhan 97,3 persen. Dan 13.597 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,5 persen.
"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 7,5 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," jelas dia.
Reporter: Ika Defianti/Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya