Wagub DKI Jawab Kritik PSI Terkait Pengadaan Server Rp39 Miliar: Kebutuhan
Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal kritik dana Rp39 miliar dalam usulan rancangan APBD 2022 untuk pengadaan komponen server di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurutnya, adanya usulan soal pengadaan itu pasti memiliki tujuan dan dasar yang bisa dijelaskan. Sedangkan apabila kritik menyoal anggaran, Riza mempersilahkan agar PSI bertanya langsung kepada dinas terkait.
"Silakan DPRD bisa rapat dengan komisi terkait silakan didiskusikan bersama. Nanti dinas tentu harus menyampaikan berapa besarannya untuk apa kenapa, saya kira silakan didiskusikan bersama," kata Riza kepada wartawan, Rabu (17/11).
Kendati demikian, Riza menilai jika usulan soal pengadaan server tersebut menjadi sebuah kebutuhan. Melihat saat ini telah masuk era digitalisasi yang turut membutuhkan anggaran besar.
"Tentu sangat banyak anggaran yang dibutuhkan terkait dengan program- program digitalisasi apa itu aplikasi, software server, hardware, yang pntng semua direncanakn dengan baik, tujuannya baik, dapat dipertanggungjawabkan," tuturnya.
Namun, Politikus Partai Gerindra itu tetap mewanti-wanti Diskominfotik jangan sampai melakukan mark up. Pasalnya, besarnya anggaran sampao Rp39 miliar mungkin turut dicurigai sejumlah pihak.
"Tidak boleh ada mark up karena proyek-proyek di IT itu kan cukup abstrak ya sehingga mungkin orang punya kecurigaan. Boleh saja siapa saja boleh curiga tapi yang penting semuanya bisa dijelaskan," katanya.
"Nanti dinas akan menjelaskan apa saja programnya peruntukannya, kenapa untuk apa kebutuhannya, seberapa jauh urgensi dari pekerjaan yang ada. Dan temen-teman DPRD punya tugas dan tanggung jawab yang sama untuk mengecek, mastikan, diskusikan, dan bahas, mewakili rakyat," tambahnya.
Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian mempertanyakan pengadaan komponen server di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) sebesar Rp39 miliar pada usulan rancangan APBD 2022. Pihaknya meminta penjelasan rinci terkait proyek itu.
Saat menyampaikan pandangan umum terhadap fraksi-fraksi atas rancangan APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2022, Justin mengatakan, tidak ada penjelasan signifikan dari Diskominfotik melakukan pengadaan server dengan nilai fantastis.
"Diskominfotik belum menjabarkan alasan mengapa penambahan server dibutuhkan setiap tahun serta tidak menjelaskan mengapa spesifikasi unit server tersebut harus begitu tinggi," ucap Justin di Gedung DPRD, Selasa (16/11).
Justin melampirkan, pembelian atau pengadaan server di Diskominfotik dengan server PrimeQuest disertai perangkat lunaknya sebesar Rp23 miliar. Kemudian, pembelian satu server Oracle Exadata berikut perangkat lunaknya senilai Rp16 miliar.
Justin, mewakili Fraksi PSI, mengaku tidak puas dengan penjelasan Diskominfotik terkait pengadaan server itu. Menurutnya, instansi itu hanya menjabarkan spesifikasi tentang server tersebut berikut perangkat lunaknya.
Partai besutan Grace Natalie itu pun meminta Pemprov DKI Jakarta segera mengadakan audit bersama network analyst guna memastikan apakah komponen-komponen itu sudah tepat guna dan tepat harga.
"Contohnya apakah komponen tersebut terlalu mahal atau spesifikasinya terlalu tinggi untuk keperluan Diskominfotik dan beberapa dinas lainnya," tandasnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya