Wagub Djarot mau pasar tradisional bersih, tidak becek & bebas lalat
Merdeka.com - Saat blusukan ke Pasar Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Pusat, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyambangi para pedagang untuk bercengkrama dan berbelanja sayur serta bahan makanan lainnya. Hal itu dilakukannya usai mengunjungi vihara Dharma Bakti, yang berada di lokasi yang sama dengan Pasar Petak Sembilan tersebut.
Sambil berbelanja, Djarot pun bercengkrama dengan sejumlah pedagang, yang terlihat cukup antusias bertemu dengan Wagub DKI itu.
Dalam kesempatan itu, Djarot mengatakan, pasar-pasar tradisional seperti Pasar Petak Sembilan ini, harus dibenahi dan dibuat senyaman mungkin agar para pembeli dan penjual bisa memanfaatkannya dengan maksimal.
Sebab, kondisi pasar yang becek dan kotor seperti saat ini, benar-benar membuat pengunjung pasar terlihat kurang nyaman, ditambah dengan adanya genangan air dimana-mana.
"Itu pasar lama, kita akan bikin jalan yang bagus. Kebetulan tadi habis hujan kan, maka kelihatan betul becek. Padahal pasar tradisional itu kan harus bersih, nyaman, enggak becek dan enggak ada lalat," ujar Djarot di wilayah Glodok, Jakarta Pusat, Sabtu (18/6).
Walaupun kebersihan pasarnya masih dianggap kurang, namun Djarot memuji penataan lapak pedagang yang dianggapnya sudah cukup baik. Untuk itu, dirinya berjanji akan menambah segala hal yang dibutuhkan, agar salah satu pasar tradisional di DKI ini bisa menjadi lebih nyaman untuk dikunjungi.
"Tadi itu sudah ditata bagus, ini juga akan kita bikin seragam, biar lebih bagus, indah dan nggak jorok. Tendanya dari kita, terus pedagang kita didik untuk kebersihannya, lingkungannya dan penerangannya, nyaman kan," ujar Djarot.
Djarot beranggapan, jika pasar-pasar tradisional dibenahi hingga nyaman, maka eksistensinya tidak akan terancam oleh pasar-pasar modern yang kian marak tumbuh di ibu kota.
Selain menjadi berkah bagi para pedagang, diminatinya pasar tradisional juga tak terlepas dari budaya tawar-menawar yang humanis, yang sudah menjadi bagian dari budaya para kaum ibu dalam berbelanja.
"Itu tadi barang-barang bagus, di situ saya lihat fresh bukan hanya bagus, harganya murah makanya dia ramai terus. Kalau saya pribadi sih saya enggak perlu takut dengan pasar modern," ujar Djarot.
"Karena masyarakat kita juga masih ada yang fanatik dengan pasar-pasar tradisional karena fresh dan lebih murah dan lebih humanis, bisa tawar menawar. Ibu-ibu itu lucu, kalau nawar turun harganya Rp 5 ribu aja senengnya setengah mati, itu kan kepuasan ya," pungkasnya. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya