Wabah Corona, Laga Bhayangkara VS Persija Tetap Digelar & Dihadiri Penonton
Merdeka.com - Laga Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta pekan ke-3 Liga 1 Indonesia tetap akan digelar dan dihadiri penonton pada Sabtu (14/3). Padahal, Pemprov DKI melarang kegiatan yang melibatkan massa di tengah wabah virus corona atau Covid-19.
"Tetap main di (stadion) PTIK dengan penonton, karena ada pengarahan dari pemerintah pusat (Kemenkes) kan sudah jelas di mana yang terdampak itu," ujar Direktur PT LIB, Cucu Somantri di kantor Kemenpora, Selasa (10/3).
PT LIB, lanjutnya, mengacu kepada instruksi yang dikeluarkan pemerintah pusat. Hingga saat ini pemerintah belum melarang kegiatan yang bersifat melibatkan orang banyak.
Lagipula, tambah Cucu, pasien yang teridentifikasi positif virus corona bukanlah warga Jakarta.
"Itu pun yang terinfeksi corona bukan orang Jakarta, itu orang yang baru datang dari luar diperiksa dan direlokasi ke sana. Jadi jangan dibikin takut orang Jakarta nggak bisa keluar," kata dia.
Senada dengan Cucu, Ketua Umum PSSI M Iriawan mengatakan federasi akan tetap menjalankan kompetisi selama pemerintah belum memberikan instruksi pembatasan keramaian.
Menurutnya, jika laga Bhayangkara melawan Persija kembali ditunda, akan berimplikasi panjang pada jadwal-jadwal lainnya. Menyadari hal itu, Iriawan tetap akan menggelar pertandingan sebelum muncul larangan dari pemerintah pusat.
"Selama pemerintah belum ada imbauan atau larangan kepada kami, kami akan tetap jalan. Karena pemerintah lebih tahu hal ini," kata dia. Seperti diberitakan Antara.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan beberapa langkah untuk pencegahan penyebaran virus Corona di ibu kota. Salah satunya tidak akan mengeluarkan izin kegiatan yang melibatkan banyak massa. Apabila izin terlanjur sudah dikeluarkan, pihaknya akan meninjau ulang.
"Untuk izin yang sudah terlanjur keluar akan direview," kata dia.
3 Konser Musik Ditangguhkan
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) DKI Jakarta, Benny Agus Candra menyatakan pihaknya telah menangguhkan izin perhelatan musik internasional di Jakarta pada Maret 2020. Dia beralasan hal tersebut sebagai bentuk kewaspadaan terkait penularan virus Corona atau Covid-19.
"Untuk tanda daftar pertunjukan temporer ada tiga even yang sudah masuk untuk sementara kita tangguhkan," kata Benny saat dihubungi, Selasa (3/3).
Tiga kegiatan itu yakni konser Head in The Cloud yang diselenggarakan pada 7 Maret. Ada pula konser Foul In Jakarta tanggal 10 Maret dan Baby Metal itu 29 Maret.
Sesungguhnya, izin untuk penyelenggaraan konser Head in The Cloud sudah terbit. Namun Pemprov DKI akhirnya menarik kembali izin tersebut.
"Yang dua (Foals dan Babymetal izin belum terbit), yang satu Head in the Clouds izinnya sudah masuk," ucapnya.
Benny mengaku baru mendata tiga kegiatan dan saat ini masih terus meninjau ulang izin hingga April 2020.
"Setelah Maret-April, kami lihat kondisinya. Mudah-mudahan tindakan pencegahan bisa efektif sehingga setelah April kondisi membaik dan kondusif sehingga penangguhan bisa dicabut," jelasnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya