Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Uji coba larangan pemotor batal, Pemprov pantau perilaku pengendara

Uji coba larangan pemotor batal, Pemprov pantau perilaku pengendara Kemacetan Jakarta. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Uji coba perluasan larangan sepeda motor di kawasan Sudirman-Thamrin telah di batalkan. Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat tetap melakukan kajian perilaku pengendara hingga akhir tahun 2017 usai pembangunan infrastruktur di Jakarta selesai.

"Melihat mengkaji perilaku pengendara itu samapi akhir tahun setelah infrastruktur sudah terbangun di Jakarta. Underpass perlintasan sebidang memang kita kebut. Baru tahun 2017 setelah selesai semua kita kaji," kata Djarot, di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (8/9).

"Januari kita kaji dengan cara seperti itu kita tepat memberikan opsi seperti apa. Untuk berapa kawasan Sudirman-Thamrin 2017 MRT sudah selesai juga," ungkapnya.

Selain menunggu pembangunan infrastruktur selesai di tahun 2017, mantan Wali Kota Blitar ini berencana melebarkan jalan. Pelebaran itu dilakukan dengan menghilangkan pembatas jalur cepat dan jalur lambat di kawasan tersebut.

"Termasuk Saya perintahkan memperlebar jalar dengan menghilangkan pembatas jalur cepat dan lambat," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKIJakarta Andri Yansyah memutuskan perluasan pelarangan sepeda motor Sudirman-Thamrin yang seharusnya dilakukan uji coba tanggal 12 September dibatalkan.

Hal ini diputuskan setalah Dishub melakukan pengkajian, melakukan konsultasi dengan Dewan Pertimbangan Presiden dan DPRD serta sesuai arahan dari Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

"Untuk saat ini pelaksanaan pembatasan (sepeda motor) belum bisa kita laksanakan karena yang pertama Sudirman-Thamrin sedang dilakukan pembangunan," tegasnya di Balai Kota, Kamis (7/9).

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP