Tuai kritik, penutupan Jl Jatibaru untuk PKL dikaji tiap pekan
Merdeka.com - Penutupan Jalan Jatibaru Raya di Tanah Abang banyak menuai protes. Pasalnya pemanfaatan jalan itu dinilai tak sesuai karena digunakan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL). Menanggapi berbagai protes tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno menyampaikan pihaknya selalu mengkaji dampak penutupan jalan itu setiap pekan.
Berbagai protes dari warga juga tetap ditampung. Namun di samping protes, menurut Sandi banyak juga pihak yang mendukung kebijakan tersebut, salah satunya Kementerian BUMN.
"Akan terus dikaji, jadi tadi justru banyak yang memberikan support yah dari Kementerian BUMN bahwa rekayasa lalu lintas yang hanya sementara ini harus ada TOD (transit oriented development)-nya," jelasnya di Balai Kota, Senin (8/1).
Ia pun berharap, TOD bisa segera direalisasikan Kementerian BUMN khususnya di kawasan Tanah Abang. Mengingat telah banyak pihak yang protes soal lalu lintas di Tanah Abang.
"Jadi saya bilang, tolong dipercepat dong karena yang protes ini medsos. Sedang yang ada di sana itu kita baru kaji dengan survei dan setiap minggunya kita akan review," jelasnya.
Saat lari pagi bersama Menteri BUMN, Rini Soemarno tadi pagi di kawasan Monas, Sandi juga membahas soal TOD ini. Ia meminta agar TOD di kawasan Tanah Abang segera direalisasikan.
"Bu Menteri setuju untuk menyambungkan dari TOD yang dikelola oleh PT KAI dengan TOD yang dikelola Pemprov DKI supaya terintegrasi," ujarnya. (mdk/rzk)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya