Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tokoh masyarakat bantah Teminal Depok jadi sarang begal

Tokoh masyarakat bantah Teminal Depok jadi sarang begal Kopaja AC. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Haji Agus Kurnia atau Abah, sapaan warga Terminal Depok yang sempat ditahan oleh polres Depok atas terkait kepemilikan motor bodong yang diduga sarang begal di Depok. Menurutnya, Panter (Paguyuban Terminal Depok) organisasinya sudah terdaftar dihukum pada tahun 2004

"Dari tahuh 1997 mendirikan Panter, dan sudah berbadan hukum dari tahun 2004 di Notaris, pemerintahan Depok," ucap Abah di Terminal Depok, Jumat (13/3).

Mengenai senjata tajam yang sebagai alat bukti Abah tidak tahu menahu akan barang bukti tersebut. Dia baru melihatnya saat menjalani pemeriksaan di Polres Depok.

"Saya sendiri dari mana dapatnya sajam-sajam yang dimaksud kepolisian, cuma kata kepolisian dapatnya di sini. Di sini tuh dekat dengan proyek. Saya lihatnya pas di polres, cuma saya bingung dapat dari mana," aku dia.

Menurut pihak kepolisian, Abah kerap meminta upeti atau uang preman kepada penjual yang berada di Terminal Depok. Namun, tuduhan itu dibantahnya.

"Saya demi Allah tidak meminta upeti sama pedagang, Panter tidak pernah menerima sepersen pun dari pedagang. Tapi kalau anuning atau tenda biru kita bikin pake tenda dan kita tampung para pedagang dan bayarnya tuh cuma listrik, kebersihan dan air Rp 10 ribu hari."

"Kalau saat ada motor dipreteli itu motor anak-anak mau dimodif mas, di sini tuh anak-anak sering istirahat dan belajar di sini," tambahnya.

Abah merasa bingung atas ketidakjelasan anak-anak jalan. Seharusnya ini menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemerintah Depok.

"Sebenernya ini tanggung jawab siapa sih anak-anak jalanan ini? Panter menyediakan tempat untuk anak-anak cari kerja yang halal, setiap malam jam 21.00 wib anak-anak jalan tuh nyuci angkot-angkot di sini, ini Panter yang merangkul anak-anak," kilahnya.

"Di sini tuh kita sediakan buku-buku untuk baca, sediakan komputer walaupun jelek untuk mereka belajar mas," lanjut Abah.

Abah sempat menangis ketika membaca di media bahwa Terminal Depok menjadi sarang begal.

"Saya nangis membaca berita kalau di terminal Depok menjadi sarang tempat begal," sesal Abah.

Menurut salah satu anggota Panser, Kori tidak tahu menahu soal motor bodong tersebut. Dia mengaku kesal ulah Dower, salah satu anggota lainnya, melakukan penggelapan motor hingga membuat nama Terminal Depok buruk.

"Dower (panggilan akrab) menggadaikan motor dengan Pak Yana (yang menerima gadaian) nomilnya tidak tahu, motor itu adalah hasil penggelapan dari kolektor bernama Dower." ujar Kori. (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP