Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terungkap lahan-lahan basah di DKI seret pejabat ke bui

Terungkap lahan-lahan basah di DKI seret pejabat ke bui penggeledahan kantor dishub dki. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikenal tegas dalam memimpin Jakarta. Sejumlah bawahan yang dinilainya tak becus bekerja habis disikatnya.

Selain tak becus kerja, dugaan korupsi juga menjadi acuan Ahok mencopot pejabat tersebut. Seperti yang terjadi di Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI.

Tercatat, sejumlah orang menempati jabatan tersebut sejak Ahok menjabat sebagai wakil gubernur. Mulai dari Udar Pristono, Mohamad Akbar dan kemudian beralih ke Benjamin Bukit.

Namun tidak berselang lama, Benjamin Bukit akhirnya dicopot juga oleh Ahok lantaran dinilai tak becus bekerja. Untuk Udar sendiri dicopot lantaran terbukti melakukan korupsi pengadaan bus transjakarta.

Sementara untuk Benjamin Bukit, Ahok sebelumnya mengatakan enggan mengganti posisinya dengan orang internal Dishubtrans DKI. Sebab, dia menilai kinerja Dishub akan jalan di tempat jika dipimpin oleh orang dari internal.

Ahok pun menunjuk Andry Yansyah sebagai Kadishubtrans yang baru. Andry Yansyah sebelumnya menjabat sebagai Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Timur.

Ketika menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Ahok mencopot Manggas Rudi Siahaan sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum. Sebagai pengganti Manggas, Ahok memilih Agus Priyono yang sebelumnya menjabat wakil Dinas PU DKI Jakarta.

Selain mengganti kadis PU, Ahok juga mengganti lima pejabat eselon II lainnya. Seperti Walikota Jakarta Utara Heru Budi Hartono menempati posisi kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta menggantikan Endang Widjajanti, Muhammad Mawardi menjadi kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri, Nur Syamsu Hidayat menjadi kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) dan Kepala Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Daerah dijabat I Dewa Gede Sony Aryawan.

Isu penggantian Manggas sudah lama berembus. Ahok melihat tak ada kinerja positif yang diraih Manggas.

Sejumlah proyek yang berkaitan dengan Dinas PU masih belum menunjukkan perkembangan. Manggas hanya menempati jabatannya sebagai Kadis PU selama 1 tahun 7 bulan terhitung sejak Februari 2014.

Sejumlah kepala sekolah di Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun kena dirombak Ahok. Hal itu setelah Dinas Pendidikan DKI Jakarta menemukan sembilan kepala sekolah yang melakukan pungutan liar.

Untuk memberikan efek jera, Ahok memerintahkan mereka dipecat. Ahok mengatakan, dirinya sudah memberikan instruksi kepada Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budiman untuk memecat mereka. Karena telah mencederai dunia pendidikan. "Dipecat kepala sekolah. Pak Arie sudah saya suruh untuk pecat," tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (23/1).

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP