Terpasang, mesin parkir elektronik di Kelapa Gading belum berfungsi
Merdeka.com - Terminal Parkir Elektronik (TPE) atau kerap disebut mesin parkir meter sudah terpasang di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Mesin ini terpasang sejak Rabu (4/3) lalu.
Keberadaan mesin parkir buatan asal Swedia ini nampak belum berfungsi atau digunakan. Hanya saja, nampak layar pada mesin tersebut sudah dalam keadaan menyala.
"Beberapa mesin ada yang masih terbungkus plastik kok. Totalnya katanya ada 80-an mesin lebih dipasang," ungkap Waji (26), salah satu juru parkir (jukir) yang ditemui di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (9/3).
Selain itu, Rustam (35), juru parkir lain menerangkan bahwa dirinya mengetahui sejak jumat malam (6/3) beberapa mesin parkir elektronik tersebut terpasang. Namun, belum terpasang penuh di sepanjang Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
"Katanya mesin ini dipasang sampai Bundaran Mall La Piazza. Namun sepertinya tidak sampai puluhan. Kisaran 4 sampai 5 yang terpasang. Beberapa dari mesin juga masih terbungkus plastik," ujarnya.
Rustam menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu kapan akan diberlakukannya penggunaan mesin parkir meter tersebut. "Saya tidak tahu kapan mulai diberlakukan. Soalnya ini saja pengguna parkir masih bayar cash ke saya ongkos parkirnya. Motor yang kadang Rp 1.000-2.000. Kalau mobil Rp 2.000- 3.000," tambahnya.
Sementara itu, Sunardi Sinaga selaku Kepala Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, mengakui terhitung sejak Rabu (4/3) hingga minggu ini sebanyak 87 parkir meter terpasang di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
"Rencana di sana sebanyak 87 unit mesin parkir meter sesegera mungkin dipasang. Dari kemarin sudah mulai dipasang di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara," ungkap Sunardi.
Pihaknya pun mengakui sudah memberikan sosialisasi, bagi pemilik ruko dan warga Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tidak hanya itu, para juru parkir juga telah didata dan diberikan pengetahuan soal mesin parkir meter tersebut.
"Para juru parkir nanti akan difoto dan dibuatkan kartu tanda pengenal. Agar tidak ada lagi preman yang berlagak seperti juru parkir," tambahnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya