Temui Warga Kampung Bayam, Kesbangpol DKI: Kalau Pimpinan Dipaksa, Malah Jadi Ribet
Merdeka.com - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Taufan Bakri menemui warga Kampung Susun Bayam yang menggelar aksi di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat pada Jumat (2/12). Ia mewakili Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Taufan klaim telah menyampaikan keluhan warga KSB kepada Heru.
"Sudah dibilang ini, kerja kita semalam sudah masuk, sudah ngomong ke Pj 'Saudara-saudaraku minta masuk dulu Pak, baru nanti diomongin'," kata Taufan kepada warga KSB.
Taufan juga mengatakan, jika Heru dipaksa, maka urusan perizinan warga untuk masuk ke hunian menjadi lebih rumit.
"Gini, kalau pimpinan dipaksa-paksa, malah urusannya jadi ribet. Kalau kita lembut, (baru urusan selesai) karena ini kan menuntut Jakpro," tambah Taufan.
Kemudian, salah satu warga menjawab bahwa cara halus sudah dilakukan mereka. Namun, masih belum menemukan titik terang dari pihak Jakpro.
"Kita dari kemarin sudah bersurat. Ditunggu-tunggu sampai tanggal 20 (November), kita turuti (tapi tetap tidak bisa masuk). Cara halus salah," ujar salah satu warga.
Lalu, Taufan menjawab bahwa pesan tersebut akan disampaikan ke Jakpro dengan segera.
"Saya belum ketemu Jakpro. Nanti saya sampaikan, mereka ingin masuk dulu. Minimal ditolak atau tidak, ada keputusan kan. Ditolak atau diperbolehkan itu kan keputusan," jawab Taufan.
Lebih lanjut, Taufan meminta kepada warga untuk tidak memamerkan aksinya.
"Jangan dipamerkan juga (aksinya). Saya cuma minta kerja sama. Ini masih covid. Covid masih tinggi, bantulah kami," ujar Taufan.
Namun, warga bersikukuh untuk tetap melanjutkan aksi. Maka dari itu, Taufan membebaskan warga untuk melakukan apapun.
"Gini saja deh. Terserah kalau memang mau ini (aksi). Saya cuma menyampaikan bahwa (keluhan) sudah saya sampaikan," kata Taufan.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya