Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Temui Presiden Jokowi, Ahok ngaku bahas transportasi massal

Temui Presiden Jokowi, Ahok ngaku bahas transportasi massal Jokowi dan Ahok blusukan bareng. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, bertandang ke Kantor Kepresidenan untuk bertemu Joko Widodo. Ahok, sapaan Basuki, mengaku diundang untuk membahas masalah transportasi massal.

"Dipanggil saya," ujar Ahok di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (1/4).

Ahok tiba sekitar pukul 13. 30 WIB. Saat ditanya soal rencana Hak Menyatakan Pendapat (HMP) oleh DPRD, Ahok mempersilakan ditanya ke DPRD.

"Tanya ama DPRD aja itu," ujarnya.

Ahok mengaku santai menanggapi isu pemakzulan tersebut. Sebab, masa tugasnya habis lada Februari 2016 dan dapat mencalonkan lagi pada Pilkada 2017.

"Santai aja lah. Kalau mau pemakzulan prosesnya juga sampai 2016. 2017 Februari sudah mulai pilkada lagi, ikut lagi," ujar Ahok.

Menurut Ahok, yang paling penting adalah membereskan berbagai permasalahan di Jakarta selama menjabat sebagai Gubernur DKI. Sebab, selama ini banyak anggaran yang di mark up oleh pejabat daerah dan DPRD.

"Enggak masalah (kalau dimakzulkan) justru yang paling penting kita beresin sistemnya," ujarnya.

Ahok mengatakan DPRD selama ini tidak membutuhkan model postur APBD sehingga tidak transparan. Di tangan dia, kata Ahok, akan ubah transparan.

"Yang dia butuhkan tidak ada model kan, tidak ada model APBD segala macem gini, kita se-transparan mungkin. Siapapun pengganti saya akan pusing nanti krn sistemnya sudah transparan," ujarnya.

Kalau gagal apa yang dia lakukan? "Paling lamar jadi kabulog lah," kelakar Ahok.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP