Taufik sebut Ahok bohong soal gaji gubernur lebih kecil dari DPRD
Merdeka.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik menyebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah melakukan kebohongan. Kebohongan yang dimaksudnya adalah soal gaji anggota dewan yang disebut Ahok lebih besar dari gaji gubernur DKI.
"Gaji kita di bawah gubernur. Dasarnya apa? Gaji Ahok lebih besar dari Dewan. Itu dia ngibul," kata Taufik saat dihubungi, Kamis (11/2).
Taufik menyebut gaji anggota DPRD hanya 75 persen dari gaji Ahok. Hal itu, katanya, telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Hak Keuangan dan Protokoler DPRD.
"Antara ngibul sama enggak ngerti aturan. Beda-beda tipis," tandas politisi Gerindra ini.
Untuk diketahui, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Hak Keuangan dan Protokoler DPRD, gaji anggota dewan terdiri atas lima komponen, yakni uang representasi, tunjangan jabatan, tunjangan komunikasi intensif, tunjangan operasional, dan tunjangan perumahan (kecuali Ketua DPRD).
Sebelumnya, Ahok mengatakan gaji anggota dewan sudah cukup besar bahkan lebih besar dari gajinya. Pernyataan ini menyusul penolakan surat usulan yang diberikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi terkait pemberian tunjangan anggota dewan Rp 300.000 tiap satu kali rapat.
"Gaji sudah gede dikasih mobil masa enggak rajin? Aku lebih kecil gajinya, rajin juga. Enggak ada dasarnya, dasarnya apa," tegas mantan politisi Gerindra ini.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya