Tarif MRT Sekitar Rp 8.500 Atau Rp 10.000
Merdeka.com - PT MRT merencanakan kisaran tarif Moda Raya Terpadu (MRT) atau Ratangga sekitar Rp 8.500 atau Rp 10.000. Penerapan tarif ini nantinya akan mengikuti beroperasinya fase 1 yang ditargetkan mulai berjalan pada Maret 2019.
"Jadi R 8.500 itu rata-rata 10 kilometer, dia hanya naik stasiun dia bayar Rp 2.200, naik dua stasiun bayarnya Rp 1.500 tambah Rp 1.400 jadi Rp 2.900 kira-kira begitu," ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar seperti dilansir dari Antara, Kamis (13/12).
Hitungan tarif didapatkan dengan cara tarif per kilometer kali jarak tempuh. Di mana tarif per kilometer dikenakan Rp 1.500.
William menjelaskan, kisaran tarif tersebut berdasarkan survei dengan 10 ribu responden melalui berbagai media angka yang kemudian disetujui masyarakat. Namun, keputusan tarif MRT belum diputuskan oleh pemerintah.
MRT Jakarta juga merencanakan adanya integrasi tiket mengingat MRT merupakan bagian dari moda transportasi umum terintegrasi Jak Lingko.
"Prinsipnya begini, bukan persoalan kita punya kartu sendiri atau kartu orang lain, tapi persoalannya apakah kartu ini bisa digunakan untuk transportasi publik, misalnya kartu Transjakarta bisa dipakai MRT kan enggak ada masalah, demikian sebaliknya. Nanti akan kita urus ya," tutup William.
Sementara itu, akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan rencana tarif MRT tersebut sudah ideal karena bersubsidi. "Kalau tidak bersubsidi, bisa kena Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu," ujarnya.
MRT Jakarta fase 1 ditargetkan beroperasi Maret 2019 dengan rencana jam berangkat dari pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya